Wartabuana.com — Setelah dikenal lewat lagu-lagu romantis yang kerap mengisi linimasa media sosial, Sal Priadi kini mengambil langkah berbeda. Musisi yang melahirkan hit seperti Gala Bunga Matahari dan Ada Titik-Titik di Ujung Doa menghadirkan karya terbaru bertajuk Kepala, Pundak, Kerja Lagi.
Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, tetapi juga original soundtrack untuk Monster Pabrik Rambut, film terbaru garapan sutradara Edwin yang diproduksi oleh Palari Films.
Sejak dirilis bertepatan dengan Hari Buruh, video liriknya telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali di YouTube. Angka tersebut menunjukkan bahwa tema yang diangkat terasa dekat dengan realitas banyak orang: bekerja tanpa henti hingga kelelahan.
Lagu Anak yang Disulap Menjadi Kritik Sosial
“Kepala, Pundak, Kerja Lagi” membuka dengan frasa yang familiar dari lagu anak-anak. Namun, Sal Priadi mengubahnya menjadi refleksi yang getir tentang rutinitas, tekanan pekerjaan, dan budaya lembur yang tak ada habisnya.
Alih-alih menawarkan kisah cinta, lagu ini justru berbicara tentang tubuh yang dipaksa terus bergerak meski energi telah habis. Pendekatan ini menjadikan karya tersebut terasa relevan bagi generasi pekerja yang akrab dengan deadline, target, dan jam kerja yang melampaui batas.
Menurut Sal, ide lagu ini muncul dari tema utama film yang membahas overwork dan dinamika para pekerja.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menyimpan kritik sosial yang kuat. Sal seolah memberi suara bagi mereka yang setiap hari harus bertahan di tengah tuntutan pekerjaan.
Kolaborasi Baru dengan Sentuhan Elektronik
Dalam proses kreatifnya, Sal menggandeng Attila Syah, produser musik elektronik yang membantu membangun nuansa soundscape yang lebih gelap dan industrial.
Kolaborasi ini menghasilkan warna musik yang berbeda dari karya-karya Sal sebelumnya. Jika biasanya piano dan gitar menjadi fondasi utama, kali ini elemen elektronik memberi kesan mekanis dan repetitif—selaras dengan suasana pabrik dan rutinitas kerja yang monoton.
Pertama Kali Menulis Lagu di Lokasi Syuting

Salah satu hal paling menarik dari proyek ini adalah proses penciptaannya. Untuk pertama kalinya, Sal Priadi menulis lagu langsung di lokasi syuting film.
Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk menyerap atmosfer cerita secara lebih mendalam. Hasilnya, “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” terasa bukan hanya sebagai soundtrack, melainkan perpanjangan emosional dari narasi film itu sendiri.
Sal menggambarkan lagu ini seperti “marching solidaritas”—sebuah lagu yang mengiringi langkah para pekerja yang terus bergerak meski dihantui kelelahan.
Monster Pabrik Rambut, Horor Surealis dengan Isu yang Sangat Dekat
Monster Pabrik Rambut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film ini menghadirkan jajaran pemain kuat seperti Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, serta Kev.
Di bawah arahan Edwin, film ini diprediksi menghadirkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menyeramkan, tetapi juga menyentuh isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
OST yang Berpotensi Menjadi Lagu Paling Relatable Tahun Ini
Sal Priadi kembali membuktikan bahwa musik pop dapat menjadi medium refleksi sosial yang kuat. “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” memadukan lirik sederhana, nuansa muram, dan kritik terhadap budaya kerja berlebihan.
Bagi para pekerja yang akrab dengan lembur, lagu ini mungkin terdengar seperti soundtrack kehidupan mereka sendiri. Dan ketika Monster Pabrik Rambut tayang di bioskop nanti, penonton tak hanya akan disuguhkan kisah yang unik, tetapi juga sebuah lagu yang terasa sangat personal dan relevan.













