Mbah WP
Mbah WP
FILM

Trailer Perdana “Tanah Runtuh” Resmi Dirilis, Vino G. Bastian Hadirkan Drama Keluarga yang Menyayat Hati

×

Trailer Perdana “Tanah Runtuh” Resmi Dirilis, Vino G. Bastian Hadirkan Drama Keluarga yang Menyayat Hati

Share this article

Wartabuana.com — Di tengah hiruk-pikuk film aksi dan horor yang mendominasi layar lebar, Tanah Runtuh hadir membawa kisah yang lebih sunyi, namun justru menghantam emosi dengan kuat. Film produksi Denny Siregar Production ini resmi merilis trailer dan poster perdana pada Jumat, 8 Mei 2026, memperlihatkan drama kemanusiaan yang menyentuh tentang kehilangan, harapan, dan kekuatan ikatan keluarga.

Disutradarai Rudi Soedjarwo dan diproduseri Denny Siregar, film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Bukan Sekadar Film Tentang Konflik

“Tanah Runtuh” mengambil latar sebuah peristiwa besar yang pernah mengguncang Indonesia. Namun, alih-alih menjadikan konflik sebagai fokus utama, film ini menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti cerita.

Rudi Soedjarwo memilih pendekatan yang lebih intim dan personal, menyoroti bagaimana tragedi besar dapat meninggalkan luka mendalam bagi individu dan keluarga.

Saya ingin membuat film yang lebih hening. Bukan tentang sejarah konflik yang terjadi selama bertahun-tahun, tetapi bagaimana dampaknya dirasakan manusia-manusia di dalamnya,” ujar Rudi Soedjarwo.

Pendekatan ini membuat “Tanah Runtuh” terasa relevan dan emosional, sekaligus mengajak penonton merenungkan arti keluarga di tengah kekacauan.

Perjalanan Kai dan Ringgo yang Menguras Emosi

Cerita berpusat pada Kai, diperankan Yoan, dan kakaknya Ringgo yang diperankan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome.

Saat kerusuhan memisahkan mereka dari sang ibu, dua bersaudara ini harus berpindah dari satu pengungsian ke pengungsian lain demi menemukan keluarganya kembali.

Perjalanan itu bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga tentang menjaga harapan ketika dunia di sekitar mereka runtuh.

Vino G. Bastian Tampilkan Sisi Emosional yang Berbeda

Di tengah pencarian tersebut, Kai dan Ringgo bertemu dengan Idham, karakter yang diperankan Vino G. Bastian.

Awalnya, Idham hanya menjalankan tugas untuk menangani situasi konflik. Namun, pertemuannya dengan dua bersaudara itu perlahan mengubah tugas profesional menjadi perjalanan batin yang sangat personal.

Buat saya, ‘Tanah Runtuh’ bukan sekadar cerita tentang konflik, tapi tentang bagaimana manusia tetap berusaha saling menjaga di tengah situasi yang kacau,” kata Vino G. Bastian.

Peran ini diprediksi menjadi salah satu penampilan paling menyentuh dari Vino tahun ini.

Representasi Inklusif yang Bermakna

Salah satu kekuatan utama “Tanah Runtuh” adalah keberaniannya menempatkan karakter penyandang Down Syndrome sebagai pusat cerita.

Ringgo tidak hadir sebagai simbol semata, melainkan sebagai tokoh utama yang memiliki emosi, harapan, dan peran penting dalam menggerakkan narasi. Pendekatan ini memperlihatkan komitmen film untuk menghadirkan representasi yang lebih inklusif dalam perfilman Indonesia.

Trailer dan Poster Suguhkan Atmosfer Mencekam Sekaligus Hangat

Trailer resmi memperlihatkan fragmen perjalanan emosional para karakter di tengah suasana pengungsian yang penuh ketidakpastian. Ketegangan konflik dibalut dengan momen-momen kecil yang menghadirkan rasa hangat dan harapan.

Sementara poster perdana menampilkan visual sunyi yang kuat, menggambarkan tema utama film: pencarian, kehilangan, dan cinta keluarga yang tak tergantikan.

Deretan Pemeran Pendukung

Selain Vino G. Bastian dan Ridho Khaliq, film ini juga dibintangi sejumlah aktor ternama, seperti Sigi Wimala, Jenda Munthe, dan Tike Priatnakusumah.

Kehadiran mereka memperkuat kualitas akting dan emosi yang dibangun sepanjang cerita.

Siap Jadi Salah Satu Film Indonesia Paling Menyentuh Tahun Ini

Dengan sutradara berpengalaman, jajaran pemain solid, serta kisah yang menempatkan sisi kemanusiaan sebagai pusat cerita, “Tanah Runtuh” berpotensi menjadi salah satu film Indonesia paling emosional dan berkesan pada 2026.

Bukan tentang ledakan atau kerusuhan semata, melainkan tentang orang-orang yang tetap memilih untuk saling menjaga ketika segalanya terasa runtuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *