Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

Ulang Tahun ke-31, Ndarboy Genk Pilih Rilis Lagu Reflektif “Tak Kancani”: Terinspirasi Musisi Tunanetra

×

Ulang Tahun ke-31, Ndarboy Genk Pilih Rilis Lagu Reflektif “Tak Kancani”: Terinspirasi Musisi Tunanetra

Share this article

Wartabuana.com — Bagi sebagian musisi, ulang tahun identik dengan perayaan dan kemeriahan. Namun Ndarboy Genk justru memilih jalan sunyi. Menandai usia ke-31 pada 14 Januari 2026, penyanyi bernama asli Helarius Daru Indrajaya ini merilis single reflektif berjudul “Tak Kancani”.

Alih-alih menjadi selebrasi diri, lagu ini hadir sebagai kado emosional bagi para pendengar yang tengah berjuang melewati fase sulit dalam hidup.

Terinspirasi Musisi Tunanetra di Yogyakarta

“Tak Kancani” lahir dari kegelisahan personal Ndarboy yang berangkat dari pengalaman sederhana, namun membekas. Ia kerap berjumpa dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Kota Yogyakarta.

Dari pertemuan itulah muncul refleksi mendalam tentang cara memandang hidup.

Saya sering lihat teman-teman tunanetra ngamen, penghasilannya tidak menentu, tapi mereka bisa menikmati hidup, selalu ceria. Lalu saya melihat diri sendiri yang masih sering mengeluh. Dari situ saya tersadar tentang spirit dan ketulusan dalam bermusik,” ungkap Ndarboy.

Kesadaran itu kemudian dituangkan ke dalam lagu yang jujur dan penuh empati.

Kolaborasi Setara dengan Fauzi Haidi

Dalam proses produksinya, Ndarboy menggandeng Fauzi Haidi, musisi tunanetra asal Yogyakarta. Kolaborasi ini tidak berhenti pada simbol atau formalitas semata.

Fauzi terlibat aktif dalam proses kreatif yang intens, memberikan berbagai masukan penting, termasuk dalam pengembangan aransemen musik. Hasilnya adalah karya yang terasa organik dan setara, di mana dua musisi saling belajar dan tumbuh bersama.

Bukan Kejar Viral, Tapi Solidaritas

Ndarboy menegaskan bahwa “Tak Kancani” jauh dari ambisi komersial atau sekadar mengejar tren.

Lagu ini bukan tentang uang, bukan soal viral, bukan cari gimmick. Ini bentuk solidaritas dan support untuk teman-teman difabel. Saya ingin lagu ini jadi soundtrack hidup banyak orang, terutama saat mereka sedang punya beban berat, sakit, atau merasa sendirian,” tegasnya.

Pernyataan ini mempertegas posisi “Tak Kancani” sebagai karya yang berpijak pada kejujuran dan empati, dua nilai yang semakin jarang disuarakan di tengah industri musik yang serba cepat.

Syuting di Suriname, Musik Jadi Jembatan Budaya Jawa

Keistimewaan perilisan lagu ini kian lengkap dengan hadirnya Official Lyrics Video yang mengambil latar di Suriname, Amerika Selatan. Perjalanan tersebut bukan tanpa tujuan.

Ndarboy membawa misi besar: merawat akar budaya dan bahasa Jawa di kalangan diaspora. Ia melihat adanya tantangan regenerasi, di mana generasi muda Suriname mulai jarang menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian.

Saya datang ke Suriname dengan harapan sederhana, jangan sampai orang Jawa di Suriname kehilangan bahasanya dan akar budayanya. Musik bisa jadi cara paling efektif untuk mengingatkan itu,” jelasnya.

Pop Jawa yang Melampaui Batas Fisik dan Geografis

Melalui “Tak Kancani”, Ndarboy Genk membuktikan bahwa musik pop Jawa mampu melampaui batas geografis dan fisik. Lagu ini tak hanya bicara soal bahasa, tetapi juga tentang rasa, solidaritas, dan kemanusiaan.

Kini, “Tak Kancani” sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital—menjadi pengingat bahwa di mana pun seseorang berada, bahasa dan budaya selalu menjadi rumah tempat pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *