Wartabuana.com | Selebgram sekaligus konten kreator Tasyi Athasyia kembali mencuri perhatian setelah menyampaikan gagasan tak biasa untuk merespons maraknya kasus korupsi di Indonesia.
Melalui akun Threads pribadinya, @tasyiiathasyia, Tasyi mengusulkan adanya program wajib kajian tentang neraka bagi pejabat, yang digelar seminggu sekali sesuai agama masing-masing.
Menurut Tasyi, ide tersebut muncul dari pengalamannya rutin mendapat nasihat keagamaan melalui ceramah dan kajian dari sang suami. Ia berharap pengingat moral secara berkala dapat membuat sebagian orang menyadari konsekuensi dari perbuatannya.
“At least siapa tahu dari 1.000 ada 10 yang tobat,” tulis Tasyi.
Tak berhenti di sana, Tasyi juga melontarkan istilah “KKK” atau Komisi Kajian Korupsi sebagai pendamping KPK dalam gagasannya.
Warganet: Koruptor Belum Tentu Kurang Ilmu Agama

Usulan tersebut langsung memicu perdebatan. Sejumlah warganet menilai korupsi tidak semata-mata disebabkan kurangnya pemahaman agama, tetapi juga berkaitan dengan integritas, karakter, kekuasaan, dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu.
Bahkan, ada yang menyindir bahwa persoalannya bukan takut neraka, melainkan takut miskin. Warganet lain mempertanyakan efektivitas kajian sebagai solusi, mengingat orang yang memahami agama pun tetap bisa terjerat korupsi.
Menanggapi kritik itu, Tasyi menegaskan bahwa pengingat tetap penting dilakukan secara rutin. Ia juga menyinggung bahwa ibadah seharusnya tercermin dalam perilaku dan menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat.













