NEWS

Rano Karno Hadiri Busan Film Festival, Jakarta Bidik Ekosistem Perfilman Kelas Dunia

0
×

Rano Karno Hadiri Busan Film Festival, Jakarta Bidik Ekosistem Perfilman Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Jakarta mulai memperluas langkah menuju kota sinema dengan belajar langsung dari ekosistem perfilman Busan, Korea Selatan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pembukaan dan red carpet Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Selasa (6/10/2026).

BIFF 2026 berlangsung pada 6–15 Oktober dan menghadirkan ratusan film dari berbagai negara. Indonesia turut mendapat sorotan melalui film Ibuku karya Eddie Cahyono dan The Sea Speaks His Name (Laut Bercerita) karya Yosep Anggi Noen yang masuk kompetisi.

Jakarta Belajar dari Ekosistem Film Busan

Kehadiran Rano bukan sekadar menghadiri festival. Pemprov DKI memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan Jakarta Film Commission (JFC) sekaligus membuka jejaring dengan pelaku industri film internasional.

Jakarta sendiri baru meluncurkan JFC pada 26 Juni 2026 sebagai layanan terpadu untuk mendukung produksi film dan audiovisual, termasuk informasi, koordinasi, fasilitasi lokasi serta perizinan.

“Kita berada di jalan dan jalur yang benar. Cuma memang perlu waktu,” ujar Rano dalam rangkaian agenda pengembangan ekosistem perfilman Jakarta.

Menurutnya, pengalaman Busan penting dipelajari karena ekosistem film tidak hanya dibangun melalui festival, tetapi juga membutuhkan pendidikan, talenta, infrastruktur, produksi, pasar, dan jejaring internasional.

Bidik Pendidikan dan Talenta Film Jakarta

Dalam agenda lanjutan, Rano mengunjungi Busan Asian Film School dan Busan Cinema Center. Pembahasan mencakup pengembangan talenta, pendidikan produser, mentoring, pengembangan proyek, hingga peluang mempertemukan sineas dengan produser, buyer, dan investor.

Rano juga membuka peluang agar talenta muda Jakarta mendapat akses pendidikan film di Busan, termasuk melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas perfilman di Jakarta.

Jakarta Film Commission Jadi Pintu Kerja Sama

Pertemuan dengan Busan Film Commission turut membahas fasilitasi produksi, lokasi syuting, peningkatan kapasitas pekerja film, serta jejaring antarkota.

Langkah ini melanjutkan upaya Pemprov DKI menjadikan JFC sebagai pintu masuk bagi industri audiovisual. Sebelumnya, JFC memang dirancang sebagai layanan one-stop service untuk memudahkan produksi film di Jakarta.

Bagi Jakarta, pengalaman Busan menjadi referensi untuk membangun ekosistem yang lebih terintegrasi. Targetnya bukan hanya menjadikan Ibu Kota sebagai lokasi syuting, tetapi juga ruang tumbuh bagi talenta, produksi, investasi, dan kolaborasi perfilman internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *