Wartabuana.com | Aksi kepedulian Ria Ricis terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan justru memicu perdebatan di media sosial. Influencer sekaligus selebritas tersebut turun langsung membantu penyiraman area terdampak kebakaran, tetapi penampilannya saat berada di lokasi menjadi bahan komentar warganet.
Melalui unggahan Instagram dan TikTok pada Rabu (4/11/2026), Ria Ricis memperlihatkan kegiatannya bersama sejumlah relawan. Mengenakan pakaian putih dan rompi relawan berwarna hijau, mantan istri Teuku Ryan itu tampak membantu membasahi area bekas kebakaran.
” Cepat sehat Indonesiaku. Walaupun api sudah padam, tetap harus selalu dibasahi,” tulis Ricis melalui akun Instagram @riaricis1795.
Selain membantu penanganan area terdampak, perempuan berusia 31 tahun tersebut juga ikut membagikan air bersih kepada warga. Ia terlihat membantu mengisi galon-galon yang telah disiapkan masyarakat.
Penampilan Bersih hingga Waktu Kedatangan Jadi Perdebatan
Lihat postingan ini di Instagram
Sayangnya, aksi tersebut tidak sepenuhnya mendapat respons positif. Sejumlah netizen justru menyoroti pakaian Ricis yang dinilai masih bersih meski berada di kawasan bekas kebakaran.
Penampilannya bahkan dibandingkan dengan sejumlah figur publik lain, seperti Sherina Munaf dan Hesti Purwadinata, yang juga diketahui terlibat dalam aksi kepedulian terhadap karhutla.
Tak hanya soal penampilan, sebagian warganet juga mempertanyakan waktu kedatangan Ricis karena kondisi kebakaran disebut mulai mereda setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan.
Menanggapi komentar tersebut, Ricis menjelaskan bahwa bantuan yang diberikannya telah lebih dahulu disalurkan sebelum dirinya datang langsung ke lokasi.
“Bantuan kami sudah sampai terlebih dahulu, Kak, lalu kami datang memastikan bantuan sampai pada tangan yang tepat,” jelasnya.
Di tengah kritik yang bermunculan, tidak sedikit pula warganet yang memberikan dukungan. Mereka menilai kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana tetap patut diapresiasi tanpa harus mempermasalahkan kapan seseorang memberikan bantuan.
Peristiwa ini kembali memperlihatkan bagaimana aksi sosial figur publik dapat menjadi perhatian luas, sekaligus memunculkan beragam penilaian di ruang digital.












