NEWS

Pemprov DKI Siapkan Blok M Jadi Model TOD, Ruang Publik Ditargetkan Naik 5 Kali Lipat

0
×

Pemprov DKI Siapkan Blok M Jadi Model TOD, Ruang Publik Ditargetkan Naik 5 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan transportasi publik, ruang terbuka, pusat ekonomi, hingga aktivitas warga.

Konsep transformasi tersebut diperkenalkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melalui desain Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Selasa (6/10).

Transformasi ini ditargetkan tidak sekadar membuat Blok M lebih modern dan tertata. Pemprov DKI ingin mempertahankan karakter kawasan yang selama ini dikenal sebagai ruang berkumpul anak muda, pusat kuliner, perdagangan, hiburan, serta aktivitas kreatif.

Ruang Publik Blok M Ditargetkan Bertambah Lima Kali Lipat

Dalam konsep Fase Ultimate, ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat. Sementara itu, luas ruang publik diproyeksikan bertambah sekitar lima kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

Pramono menegaskan, pembangunan tidak boleh menghilangkan “ruh” Blok M yang selama ini menjadi daya tarik kawasan.

Menurutnya, Blok M memiliki kekuatan karena mampu mempertemukan berbagai aktivitas, mulai dari kuliner, hiburan, perdagangan, gaya hidup, hingga kreativitas anak muda dalam satu kawasan yang mudah diakses transportasi umum.

“Blok M tidak boleh berhenti. Blok M harus ada terus karena di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” ujar Pramono.

332 Tenant Dijamin Tetap Beroperasi

Transformasi Blok M juga akan dilakukan bersamaan dengan penguatan konektivitas transportasi Jakarta. Pemprov DKI menargetkan sejumlah jaringan dan fasilitas transportasi semakin terintegrasi hingga 2029.

Di antaranya MRT Utara-Selatan, LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, serta pembenahan Taman Semanggi.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, saat ini terdapat 332 tenant yang menjalankan aktivitas usaha di kawasan Blok M. Para pelaku usaha tersebut akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai.

“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi,” kata Tuhiyat.

Ia memastikan kegiatan usaha tetap berlangsung selama masa pembangunan. Layanan transportasi publik juga akan dijaga agar tetap beroperasi.

Konsep Blok M Akan Jadi Model Kawasan Lain

Pemprov DKI berharap pendekatan pengembangan Blok M dapat diterapkan secara bertahap di kawasan strategis lainnya.

Pramono menyebut Pasar Baru, Glodok Pecinan, hingga Kota Tua sebagai kawasan yang berpotensi dikembangkan dengan karakter dan identitas masing-masing.

Dengan demikian, transformasi Blok M tidak hanya diarahkan sebagai proyek revitalisasi kawasan, tetapi juga menjadi contoh bagaimana transportasi publik, ruang publik, ekonomi kreatif, perdagangan, dan kehidupan urban dapat berjalan dalam satu ekosistem.

[Ib / Ft: Pemprov DKI Jakarta]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *