Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga Selasa (8/9/2026) sebagai langkah antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kualitas udara Jakarta memang menunjukkan perbaikan signifikan. Namun, abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah sehingga pemerintah memilih memperpanjang PJJ untuk memastikan keamanan peserta didik.
“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).
94 Tangki dan 200 Personel Dikerahkan

Kebijakan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta, mulai PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK. Ketentuan tersebut akan dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Di sisi lain, penanganan abu vulkanik terus dilakukan melalui penyemprotan water mist. Sebanyak 94 tangki dan lebih dari 200 personel dikerahkan, melibatkan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Pemprov DKI juga meminta gedung-gedung yang memiliki fasilitas water mist ikut membantu mengurangi paparan abu. Pembagian masker kepada masyarakat tetap dilanjutkan.
Kualitas Udara Mulai Membaik

Pemantauan pada Senin (7/9) menunjukkan kualitas udara membaik setelah penanganan water mist. Pengukuran PM10 dilakukan di sejumlah titik, seperti Ancol, Pondok Rangon, Tebet, Lebak Bulus, Kebon Jeruk, dan Pesakih. Sementara PM2,5 dipantau di Kebon Jeruk, Bundaran HI, dan Lubang Buaya.
Pramono menyebut parameter SO₂ masih berada dalam kondisi aman dan jauh di bawah baku mutu.
Berdasarkan citra satelit Himawari-9, sebaran abu pada lapisan hingga 15.000 kaki bergerak ke barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu. Pada lapisan hingga 50.000 kaki, abu teramati lebih jauh menuju Samudra Hindia.
ASN Tetap Bekerja, OMC Disiapkan
Pemprov DKI memastikan tidak ada perubahan pola kerja ASN. Aparatur tetap bekerja seperti biasa dengan tetap memperhatikan penggunaan masker.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG, PVMBG/Badan Geologi, dan instansi terkait untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, arah angin, sebaran abu, serta kualitas udara.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan apabila kondisi awan memungkinkan.
Pramono mengimbau warga tetap tenang, tetapi waspada dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti kanal resmi pemerintah serta menghubungi Jakarta Siaga 112 atau fasilitas kesehatan terdekat jika membutuhkan bantuan darurat.
[Ib / Ft: Pemprov DKI Jakarta]













