MUSIK

Satu Dekade IDPFEST, Musik Perkusi Naik Kelas dan Makin Dikenal Generasi Muda

0
×

Satu Dekade IDPFEST, Musik Perkusi Naik Kelas dan Makin Dikenal Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Bertahan selama satu dekade bukan perkara mudah bagi sebuah festival musik, apalagi jika yang diusung bukan genre populer, melainkan drum dan perkusi. Namun, Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFEST) membuktikan musik tabuh mampu keluar dari ceruknya dan menjadi bagian penting dalam ekosistem musik Indonesia.

Memasuki usia 10 tahun, IDPFEST dinilai bukan sekadar festival atau ajang kompetisi. Perhelatan yang digagas musisi Ekki Soekarno tersebut berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus panggung untuk memperkenalkan kekayaan musik perkusi Nusantara kepada publik.

Amin Abdullah Apresiasi Konsistensi Ekki Soekarno

Direktur Seni Musik, Film dan Animasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dr. Mohammad Amin, M.Sn., M.A. atau Amin Abdullah, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Ekki Soekarno membangun IDPFEST.

Apresiasi itu disampaikan Amin seusai menghadiri pembukaan Satu Dekade IDPFEST di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Saya salut dan mengapresiasi kinerja Ekki Soekarno yang telah membuat festival yang awalnya tidak populer menjadi populer seperti sekarang ini. Ini pekerjaan yang tidak mudah,” ujar Amin.

Sebagai sesama musisi, Amin memahami tantangan membangun festival yang berada di luar arus utama. Menurutnya, persoalan penonton, dukungan hingga sponsor membutuhkan konsistensi panjang.

Drum dan perkusi memang tidak sepopuler ajang pencarian bakat menyanyi. Karena itu, apa yang dilakukan Ekki selama 10 tahun ini patut diapresiasi,” katanya.

Bukan Sekadar Festival Drum

Menurut Amin, kekuatan IDPFEST justru terletak pada kemampuannya menghubungkan musik modern dengan kekayaan tradisi Indonesia.

Ia menilai festival tersebut turut membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal beragam instrumen perkusi tradisional dari berbagai daerah.

Ekki tidak sekadar membuat lomba. Dia juga menggali alat musik perkusi dari berbagai daerah untuk ditampilkan di Jakarta. Ini penting agar generasi muda tahu bahwa alat musik tabuh di Indonesia sangat beragam,” tuturnya.

Salah satu yang disorot adalah Dol dari Bengkulu, yang dinilai menjadi bagian dari kekayaan musik tabuh Nusantara yang perlu terus diperkenalkan.

Amin juga mengapresiasi penampilan Orchestra Kharisma Indonesia yang mampu mengemas musik perkusi dalam pertunjukan berskala besar, modern, sekaligus edukatif.

Ini menunjukkan bahwa musik perkusi bisa tampil dengan kemasan yang modern tanpa kehilangan akar budayanya,” ujarnya.

IDPFEST dan Masa Depan Ekosistem Musik Indonesia

Amin menegaskan pemerintah berkepentingan mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat ekosistem musik nasional.

Menurutnya, perkembangan industri musik tidak semestinya hanya bergantung pada genre yang telah populer. Ruang bagi bentuk ekspresi musik yang memiliki potensi berkembang juga perlu diperluas.

Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Pemajuan industri musik Indonesia melalui beragam kegiatan harus mendapat perhatian dan dukungan dari semua pihak,” pungkas Amin.

Sepuluh tahun perjalanan IDPFEST akhirnya menjadi bukti bahwa konsistensi mampu mengubah musik yang semula dianggap niche menjadi gerakan budaya. Dari panggung drum dan perkusi, festival ini membawa misi lebih luas: merawat kekayaan musik tabuh Nusantara sekaligus mendekatkan generasi muda dengan musik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *