Mbah WP
Mbah WP
NEWS

Pemprov DKI Gandeng Danantara, Proyek PSEL Dikebut Jadi Solusi Energi Masa Depan

×

Pemprov DKI Gandeng Danantara, Proyek PSEL Dikebut Jadi Solusi Energi Masa Depan

Share this article

Wartabuana.com — Upaya mengatasi krisis sampah di Jakarta memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menggandeng Danantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang digadang-gadang menjadi solusi modern sekaligus berkelanjutan bagi ibu kota.

MoU Strategis: Langkah Awal Atasi “Bom Waktu” Sampah

Kesepakatan kerja sama (MoU) antara Pemprov DKI Jakarta dan Danantara Indonesia ditandatangani di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Penandatanganan ini turut disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta sejumlah pejabat terkait.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penanganan kedaruratan sampah yang kian mendesak.

Dua Lokasi Prioritas: Tanjung dan Bantargebang

Dalam tahap awal, proyek PSEL akan difokuskan pada dua lokasi strategis, yakni Tanjung dan Bantargebang. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang yang saat ini telah melampaui kapasitas tampungnya.

Ini langkah penting untuk mengurangi beban Bantargebang yang sudah over kapasitas,” ujar Pramono.

Didorong Regulasi Baru, Proyek Dikebut

Percepatan pembangunan PSEL ini sejalan dengan kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi tersebut membuka jalan bagi penyederhanaan prosedur dan memperjelas pembagian peran antara pemerintah pusat, daerah, serta mitra strategis seperti Danantara dan PLN.

Pramono optimistis proyek ini akan segera masuk tahap implementasi dan menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Peran Danantara: Kunci Pembiayaan dan Eksekusi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa Danantara Indonesia akan berperan sebagai mitra strategis dalam mempercepat kesiapan proyek.

Mulai dari penyusunan skema pembiayaan hingga proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP), seluruhnya akan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.

9.000 Ton Sampah per Hari: Tantangan Nyata Jakarta

Masalah sampah di Jakarta bukan perkara kecil. Setiap harinya, ibu kota menghasilkan sekitar 9.120 ton sampah. Angka ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.

PSEL hadir sebagai solusi yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

Menuju Sistem Pengelolaan Sampah Modern

Selain menjawab krisis sampah, proyek ini juga sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota global, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 151 Tahun 2025.

Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap PSEL menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan.

(©Ib / artwork: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *