Mbah WP
Mbah WP
NEWS

Gorontalo Siap “Diserbu” 30 Ribu Peserta! PENAS XVII 2026 Jadi Momentum Besar Kebangkitan Pertanian Nasional

×

Gorontalo Siap “Diserbu” 30 Ribu Peserta! PENAS XVII 2026 Jadi Momentum Besar Kebangkitan Pertanian Nasional

Share this article

Wartabuana.com — Gorontalo bersiap menjadi pusat perhatian nasional. Menjelang gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII pada 20–25 Juni 2026, provinsi di kawasan timur Indonesia ini menuntaskan berbagai persiapan besar untuk menyambut puluhan ribu peserta dari seluruh penjuru negeri.

Gorontalo Hampir 100 Persen Siap Gelar Event Nasional

Pelaksanaan PENAS XVII akan dipusatkan di GOR David Tonny, Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Ajang tiga tahunan ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi panggung strategis bagi petani, nelayan, dan pelaku agribisnis untuk berbagi inovasi sekaligus memperkuat jejaring nasional.

Ketua Panitia Daerah PENAS XVII 2026, Dr. Ir. Muljady Mario, mengungkapkan bahwa kesiapan daerah saat ini hampir menyentuh angka sempurna. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen pendukung, mulai dari akomodasi hingga transportasi, telah dipersiapkan secara matang.

30 Ribu Peserta Diprediksi Datang, Ekonomi Lokal Berpotensi Melonjak

Sekitar 30.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan akan hadir. Kehadiran mereka diyakini menjadi suntikan signifikan bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor UMKM, transportasi, hingga pariwisata.

PENAS bukan sekadar seremonial, tapi momentum besar untuk menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Muljady.

6.000 Rumah Warga Disulap Jadi Homestay

Untuk mengakomodasi lonjakan peserta, panitia menyiapkan lebih dari 6.000 rumah warga sebagai homestay. Lokasinya tersebar dalam radius maksimal tujuh kilometer dari pusat kegiatan, mencakup wilayah Limboto, Telaga, hingga Telaga Jaya.

Dengan tarif Rp160.000 per hari per orang, peserta sudah mendapatkan fasilitas menginap lengkap dengan makan pagi dan malam. Skema ini sekaligus membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

Tak hanya itu, satu unit kapal berkapasitas hingga 2.000 orang juga disiagakan sebagai langkah antisipatif terhadap kebutuhan tambahan akomodasi.

Bentor Jadi Andalan, Kendaraan Besar Dibatasi

Di sektor transportasi, panitia menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan besar di zona inti kegiatan. Sebagai solusi, bentor—transportasi khas Gorontalo—akan dioptimalkan untuk mobilitas peserta.

Selain itu, koordinasi dengan maskapai penerbangan juga telah dilakukan untuk menghadirkan extra flight guna mengantisipasi lonjakan arus kedatangan.

Modernisasi Pertanian dan Kolaborasi Jadi Fokus Utama

Mengusung tema modernisasi pertanian dan kolaborasi lintas sektor, PENAS XVII diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor agribisnis.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari KTNA, petani hutan, alumni magang Jepang, hingga pemerintah daerah se-Indonesia.

Dampak Jangka Panjang: Infrastruktur dan Pariwisata Terdongkrak

Lebih dari sekadar event, PENAS XVII juga membawa efek domino bagi pembangunan daerah. Perbaikan jalan, peningkatan sanitasi, hingga fasilitas umum menjadi bagian dari percepatan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, ajang ini juga menjadi peluang emas untuk mempromosikan produk unggulan dan destinasi wisata Gorontalo di tingkat nasional.

Menanti Kehadiran Presiden dan Dukungan Masyarakat

Masyarakat kini menantikan rencana kehadiran Prabowo Subianto dalam pembukaan acara. Kehadiran kepala negara dinilai akan semakin memperkuat gaung nasional kegiatan ini.

Muljady pun mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan acara tersebut.

Jadilah tuan rumah yang ramah. Ini adalah wajah Gorontalo di mata nasional,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *