Wartabuana.com | Dari dapur sederhana bermodal Rp2 juta, Dermiyanti membangun rumah produksi kue yang kini mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu per hari dengan omzet mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Kisah nasabah PNM Mekaar ini menunjukkan bagaimana ketekunan, keberanian mencoba, serta pendampingan dapat mengubah usaha rumahan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Berawal dari Modal Rp2 Juta
Dermiyanti mulai merintis usaha kue pada 2014. Empat tahun kemudian, ia bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar dengan modal awal Rp2 juta. Seiring perkembangan usaha, plafon pembiayaannya meningkat hingga hampir Rp10 juta.
Tak hanya memperoleh akses permodalan, Dermiyanti juga mendapat pendampingan dan kesempatan mengikuti studi banding ke Bogor pada 2024. Dari sana, ia membawa pulang inspirasi resep Roti Mandau Durian.
“Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian,” ujar Dermiyanti.
Resep Baru Bikin Produksi Melonjak
Eksperimen tersebut membuahkan hasil. Dermiyanti berhasil menyempurnakan resep dan menghadirkan varian Roti Mandau Durian serta Mandau Coklat yang kemudian mendapat sambutan pasar.
Kini rumah produksinya mampu membuat hingga 3.000 bolu setiap hari, mulai dari brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat hingga rainbow cake. Produk tersebut dipasarkan ke Bangko, Sarolangun dan Tebo dengan harga sekitar Rp15.000 per bolu.
Usahanya bahkan telah menyerap 15 karyawan, yang sebagian di antaranya juga merupakan nasabah Mekaar.
“Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan,” kata Direktur Utama PT PNM Kindaris.
Bagi Dermiyanti, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa modal kecil dapat berkembang jika disertai keberanian dan kerja keras.
“Dari modal awal dua juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya,” tuturnya.
Kisah Dermiyanti menjadi momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.
Bagi PNM, perjalanan tersebut menegaskan bahwa pembiayaan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari proses pendampingan agar pelaku UMKM mampu tumbuh dan membuka peluang ekonomi baru.













