MUSIK

Andre Taulany Kembali Solo, Hidupkan Nostalgia Stinky Lewat “Pertama Kali”

0
×

Andre Taulany Kembali Solo, Hidupkan Nostalgia Stinky Lewat “Pertama Kali”

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Andre Taulany kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai komedian dan presenter, Andre merilis single solo terbaru berjudul “Pertama Kali” pada penghujung Agustus 2026.

Dari Stinky, ATF, Kini Kembali Solo

 

“Pertama Kali” menjadi penanda kembalinya Andre sebagai penyanyi solo setelah sebelumnya aktif bersama Andre Taulany and Friends (ATF). Bagi penggemar lama, karya ini sekaligus mengingatkan pada perjalanan Andre bersama Stinky, grup yang turut membesarkan namanya di industri musik.

Menariknya, “Pertama Kali” merupakan versi remake dari lagu Stinky berjudul “Pertama X” yang dirilis pada 2004. Lebih dari dua dekade berselang, lagu tersebut mendapat sentuhan baru melalui aransemen dan sound yang lebih segar.

Andre tak hanya berdiri sebagai vokalis. Ia ikut menulis lirik bersama Rizki Wahyudi, yang juga menangani aransemen serta produksi lagu.

Keterlibatan Irwan Stinky dalam proses rekaman menjadi salah satu bagian menarik dari proyek ini. Mantan rekan Andre tersebut kembali hadir sebagai pemain bass, seolah mempertemukan kembali dua bagian penting dalam perjalanan musik Andre.

Nuansa 2000-an dengan Kemasan Lebih Segar

Secara musikal, “Pertama Kali” membawa warna pop rock dengan permainan instrumen yang organik dan progresi chord dinamis. Karakter tersebut tetap mempertahankan rasa musik era 2000-an, tetapi dikemas agar terdengar lebih relevan bagi pendengar masa kini.

Tak berhenti pada audio, Andre juga melengkapi perilisan single dengan video musik di kanal YouTube ATF. Sejumlah komika seperti Dicky Difie, Oki Rengga, dan Yono Bakrie turut ambil bagian.

Kehadiran “Pertama Kali” akhirnya bukan sekadar perilisan lagu lama dengan wajah baru. Karya ini menjadi jembatan antara nostalgia Stinky dan perjalanan musikal Andre Taulany hari ini—membuktikan bahwa kenangan dari era 2000-an masih bisa menemukan tempat di tengah musik masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *