Wartabuana.com | Di tengah kesibukannya sebagai aktris, pebisnis, dan figur publik, Luna Maya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Namun, pembangunan sebuah taman kanak-kanak di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan sekadar proyek sosial. Di baliknya tersimpan kisah yang begitu mengharukan, tentang pesan terakhir sang tante yang menjadi salah satu alasan kuat lahirnya sekolah baru bagi anak-anak di wilayah timur Indonesia.
Yayasan Luna Maya Nawasena Resmi Memulai Pembangunan TK Sinar Watugong

Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, Luna Maya resmi memulai pembangunan TK Sinar Watugong di Dusun Brai, Desa Watu Gong, Maumere, pada 1 Juli 2026. Proses pembangunan ditargetkan berlangsung selama 120 hari dan diharapkan rampung pada 28 Oktober 2026.
Sekolah ini dihadirkan sebagai upaya memperluas akses pendidikan usia dini yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah tersebut. Bagi Luna Maya, menghadirkan ruang belajar yang aman dan nyaman merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia.
“Bahagia bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga sekolah ini menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak meraih masa depan yang mereka cita-citakan,” ujar Luna Maya.
Kisah Mengharukan di Balik Berdirinya Sekolah
Lihat postingan ini di Instagram
Di balik peletakan batu pertama pembangunan TK Sinar Watugong, tersimpan cerita yang menyentuh hati. Luna Maya mengungkapkan bahwa salah satu donasi yang membantu merealisasikan pembangunan sekolah tersebut berasal dari mendiang tantenya.
Sekitar dua minggu sebelum berpulang, sang tante menghubungi Luna Maya dari rumah sakit. Dalam percakapan yang menjadi momen terakhir mereka, ia menyampaikan keinginan agar sebagian hartanya disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Tante saya itu meninggal dua minggu lalu. Sebelum berpulang, dia menelepon saya dari rumah sakit dan bilang, ‘Tante ada uang segini, tolong didonasikan kepada yang membutuhkan’,” kenang Luna Maya.
Mendengar amanah tersebut, Luna kemudian menceritakan rencananya membangun sekolah di Maumere. Tanpa ragu, sang tante memberikan restu sekaligus mempercayakan dana tersebut untuk membantu mewujudkan proyek pendidikan itu.
“Beliau bilang, ‘Boleh. Tolong diamanahkan uang ini supaya tante pulang nanti punya sesuatu yang ditinggalkan untuk kebaikan’,” lanjut Luna.
Bagi Luna Maya, kepercayaan itu bukan hanya sebuah donasi, tetapi juga warisan nilai kemanusiaan yang kini diwujudkan dalam bentuk ruang belajar bagi anak-anak Indonesia.
Pendidikan Bukan Sekadar Gedung, Tetapi Investasi Masa Depan

Luna Maya menilai pemerataan pendidikan harus dimulai dari penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Sekolah bukan hanya bangunan fisik, tetapi ruang tumbuh yang akan melahirkan mimpi, harapan, dan masa depan baru bagi anak-anak.
Melalui TK Sinar Watugong, ia berharap semakin banyak pihak, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga para dermawan, ikut berpartisipasi dalam memperluas akses pendidikan di berbagai daerah yang masih membutuhkan perhatian.
Menurutnya, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Membangun satu sekolah dengan fasilitas yang layak pun dapat menjadi awal lahirnya generasi yang lebih cerdas, mandiri, dan mampu membawa perubahan bagi daerahnya.
Kepedulian Sosial yang Konsisten Ditunjukkan Luna Maya

Pembangunan TK Sinar Watugong kembali menegaskan bahwa Luna Maya tidak hanya dikenal sebagai aktris dan pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur publik yang konsisten terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, ia berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Proyek pembangunan sekolah di Maumere menjadi simbol bahwa kolaborasi, kepedulian, dan semangat berbagi dapat menghadirkan harapan baru bagi anak-anak Indonesia, terutama di wilayah yang masih membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik.
Warisan kebaikan yang dititipkan sang tante kini perlahan menjelma menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru. Ketika TK Sinar Watugong resmi berdiri nanti, bukan hanya sebuah gedung yang selesai dibangun, melainkan juga sebuah harapan agar semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
[Al / Foto: Ig@lunamaya]













