SELEBRITIS

3 Petisi Boikot Sarwendah Tembus 62 Ribu Tanda Tangan, Sejumlah Brand Ikut Jadi Sorotan di Tengah Polemik dengan Ruben Onsu

×

3 Petisi Boikot Sarwendah Tembus 62 Ribu Tanda Tangan, Sejumlah Brand Ikut Jadi Sorotan di Tengah Polemik dengan Ruben Onsu

Share this article

Wartabuana.com | Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu terus menjadi perhatian publik. Polemik yang bergulir di media sosial kini berkembang menjadi gerakan boikot yang semakin masif. Hingga Sabtu (4/7/2026) malam, tiga petisi yang menyerukan boikot terhadap Sarwendah di platform Change.org telah mengumpulkan lebih dari 62 ribu tanda tangan, sementara sejumlah brand yang pernah bekerja sama dengannya ikut menjadi sorotan warganet.

Petisi Pertama Jadi yang Paling Banyak Didukung

Gelombang penolakan terhadap Sarwendah bermula dari petisi bertajuk “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” yang diinisiasi akun Netizen Update di Change.org pada 29 Juni 2026.

Dalam petisi tersebut, penggagas meminta agar Sarwendah tidak lagi memperoleh ruang maupun glorifikasi di media sosial. Tak hanya itu, perusahaan dan berbagai brand juga diajak menghentikan kerja sama promosi, khususnya dalam kegiatan pemasaran melalui siaran langsung (live streaming).

Penggagas petisi menilai perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, kredibilitas, dan kepercayaan konsumen dalam memilih figur publik sebagai mitra promosi.

Hingga Sabtu (4/7/2026), petisi pertama tersebut menjadi yang paling banyak mendapat dukungan dengan 51.377 tanda tangan.

Dua Petisi Baru Ikut Bermunculan

Tak lama setelah petisi pertama viral, muncul dua petisi lain yang membawa tuntutan serupa.

Petisi kedua berjudul “Boikot Sarwendah”, yang dibuat pada 2 Juli 2026, telah memperoleh 10.756 tanda tangan. Dalam keterangannya, penggagas menyebut gerakan tersebut sebagai respons atas berbagai kontroversi yang berkembang pascaperceraian Sarwendah dengan Ruben Onsu.

Sementara itu, petisi ketiga bertajuk “Boikot dan Cancel Sarwendah dari Semua Media Sosial dan Televisi” masih tergolong baru. Hingga kini, petisi tersebut telah mengumpulkan 43 tanda tangan.

Jika digabungkan, ketiga petisi tersebut telah meraih 62.176 tanda tangan.

Fenomena Cancel Culture Kembali Mencuat

Munculnya sejumlah petisi terhadap Sarwendah menjadi salah satu contoh fenomena cancel culture, yakni gerakan kolektif di ruang digital ketika masyarakat menarik dukungan terhadap figur publik, perusahaan, maupun merek tertentu.

Fenomena ini umumnya dipicu oleh kontroversi, pernyataan, atau tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai yang diyakini sebagian masyarakat. Bentuknya dapat berupa seruan boikot, penghentian kerja sama komersial, hingga kampanye agar pihak tertentu tidak lagi memperoleh panggung di media sosial maupun media massa.

Meski demikian, petisi daring di platform seperti Change.org pada dasarnya merupakan bentuk aspirasi publik dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Keputusan mengenai kerja sama komersial tetap berada di tangan masing-masing perusahaan atau brand.

Brand yang Pernah Bekerja Sama Ikut Disorot

Di tengah derasnya seruan boikot, perhatian warganet juga mulai mengarah kepada sejumlah brand yang sebelumnya diketahui menjalin kerja sama promosi dengan Sarwendah.

Beberapa nama brand sempat tercantum dalam bio akun Instagram resmi mantan istri Ruben Onsu tersebut sebagai bagian dari kerja sama bisnis. Namun belakangan, keterangan tersebut diketahui sudah tidak lagi ditampilkan di profil akun media sosialnya.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Sarwendah maupun pihak brand terkait mengenai dampak dari munculnya petisi-petisi tersebut atau kelanjutan kerja sama yang pernah terjalin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *