NEWS

81 Tahun RI, Papua Dorong Pembangunan Lebih Partisipatif

×

81 Tahun RI, Papua Dorong Pembangunan Lebih Partisipatif

Share this article

Wartabuana.com | Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan di Papua sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama masyarakat asli Papua.

Peneliti Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Fathan Putra Mardela, menilai pembangunan Papua dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan melalui pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga layanan publik.

Namun, ia mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang terealisasi.

Keterlibatan masyarakat asli Papua sejak tahap perencanaan hingga evaluasi menjadi hal penting agar pembangunan tepat sasaran.

Masyarakat Papua Harus Jadi Subyek Pembangunan

Fathan mengatakan masyarakat adat perlu ditempatkan sebagai subyek sekaligus pelaku utama pembangunan, bukan hanya penerima manfaat.

Menurutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu melibatkan masyarakat sejak identifikasi kebutuhan, penelitian, perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan hingga evaluasi.

Pembangunan harus berbasis data dan riset. Kita harus tahu terlebih dahulu apa masalahnya, apa kebutuhannya, siapa yang terdampak, dan seperti apa solusi yang paling tepat,” kata Fathan dalam diskusi refleksi kemerdekaan di Merauke.

Ia mencontohkan sektor pertanian di Merauke. Pengembangan kawasan dan teknologi dinilai penting, tetapi harus diikuti peningkatan kapasitas petani asli Papua, akses teknologi, pendampingan, lapangan kerja serta manfaat ekonomi berkelanjutan.

Hal serupa berlaku pada pendidikan dan layanan dasar. Menurut Fathan, keberhasilan pembangunan bukan sekadar bertambahnya fasilitas, melainkan sejauh mana fasilitas tersebut mudah diakses dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mendorong generasi muda Papua aktif mengawal pembangunan melalui riset, diskusi publik, media, serta advokasi berbasis data.

Kalau kita ingin masyarakat Papua benar-benar merasakan kemerdekaan, maka pembangunan harus hadir sesuai kebutuhan mereka, melibatkan mereka, dan memberikan ruang bagi mereka untuk menentukan masa depannya,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *