NEWS

KAI Percepat Tindak Lanjut 6 Rekomendasi KNKT Usai Insiden KA di Bekasi Timur

0
×

KAI Percepat Tindak Lanjut 6 Rekomendasi KNKT Usai Insiden KA di Bekasi Timur

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah kejadian yang melibatkan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI setelah laporan akhir KNKT diterima langsung ditindaklanjuti oleh bidang terkait.

“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby.

Enam Rekomendasi KNKT Mulai Ditindaklanjuti

Rekomendasi tersebut mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, hingga peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.

KAI menyatakan sejumlah langkah telah berjalan melalui penyempurnaan prosedur, peningkatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian aspek operasional.

Di sisi lain, KAI menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Perusahaan menyatakan akan kooperatif dan transparan kepada pihak berwenang sekaligus memberikan pendampingan serta bantuan hukum kepada pegawai yang menjalani proses tersebut.

190 Titik Prioritas Keselamatan Diperkuat

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan upaya keselamatan juga dilakukan di lapangan. Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan seluruh target tersebut disebut telah terealisasi pada 23 Juli 2026.

Perusahaan kemudian melanjutkan program peningkatan keselamatan di 190 titik prioritas yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre di Jawa serta Sumatra.

Penanganannya meliputi pembangunan gardu, pemasangan rambu, alat keselamatan dan komunikasi, pintu perlintasan, hingga penyediaan petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL).

Berdasarkan pembaruan per 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berlangsung di 183 dari 190 lokasi, sedangkan pekerjaan modular tercatat di 69 lokasi. Pekerjaan rambu telah dilakukan di 26 lokasi, palang pintu di dua lokasi, dan perangkat komunikasi di 87 lokasi.

KAI juga menyiapkan 748 PJL tersertifikasi untuk mendukung operasional di 190 titik tersebut.

Khusus JPL 86 Bekasi Timur, pembangunan pos jaga serta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi telah diselesaikan dan perlintasan tersebut sudah dioperasikan.

Edukasi Keselamatan Terus Dilakukan

Selain pembenahan infrastruktur, KAI menjalankan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2022–2025, tercatat 6.259 sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, 1.024 penutupan perlintasan liar dan rawan, serta 988 kegiatan edukasi di sekolah dan tempat ibadah.

Anne menegaskan seluruh perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan hingga edukasi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *