Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

Tinjau Lokasi Banjir Jakarta Barat, Wagub Rano Karno Pastikan Pengungsi Terlayani dengan Baik

×

Tinjau Lokasi Banjir Jakarta Barat, Wagub Rano Karno Pastikan Pengungsi Terlayani dengan Baik

Share this article

Wartabuana.com —  Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno turun langsung meninjau kondisi pengungsian warga terdampak banjir di Rusunawa KS Tubun dan Masjid Jami Al Fudhola, Jakarta Barat, Jumat (23/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan dasar warga berjalan optimal.

Rano Karno menegaskan kehadiran pemerintah di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan warga terdampak banjir mendapatkan layanan yang layak dan tepat waktu.

“Saya bersama Gubernur Pramono hari ini turun ke beberapa lokasi. Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan banjir dan layanan pemenuhan kebutuhan warga berjalan dengan baik dan optimal,” ujar Rano.

Lebih dari 100 Warga Mengungsi

Di dua lokasi pengungsian tersebut, tercatat 58 jiwa mengungsi di Rusunawa KS Tubun, sementara 60 jiwa lainnya berada di Masjid Jami Al Fudhola. Seluruh pengungsi dipastikan telah menerima bantuan sesuai prosedur tetap lintas perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Untuk mendukung kebutuhan warga, Dinas Sosial DKI Jakarta telah mengoperasikan dapur umum, menyediakan makanan siap saji, serta kebutuhan khusus seperti makanan bayi.

“Untuk bantuan, semuanya sudah sesuai protap. Dinas Sosial turun, dapur umum tersedia, dan makanan bayi juga disiapkan,” kata Rano.

Ribuan Peralatan Darurat dan Ratusan Lokasi Pengungsian

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 67.204 peralatan darurat, mulai dari perahu karet, tenda pengungsian, genset, pelampung, hingga logistik makanan. Peralatan tersebut telah didistribusikan ke 187 kelurahan di wilayah terdampak.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan 386 lokasi pengungsian yang tersebar di masjid, sekolah, GOR, dan RPTRA untuk mengantisipasi peningkatan jumlah warga terdampak banjir.

Mitigasi Banjir dan Apresiasi untuk Petugas Lapangan

Rano menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal menghadapi potensi banjir. Meski ketinggian air tidak dapat dipastikan karena dipengaruhi intensitas curah hujan, upaya mitigasi terus dioptimalkan.

“Sebetulnya kami sudah mendesain apa yang akan dilakukan apabila terjadi banjir seperti ini. Kami sudah memprediksi banjir akan terjadi, hanya saja tingkat ketinggiannya tidak bisa dipastikan karena faktor curah hujan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan seluruh petugas lapangan yang bekerja hingga dini hari untuk mengendalikan genangan.

“Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama-sama untuk menanggulangi banjir. Itu kuncinya,” tegas Rano.

Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Panjang

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong program normalisasi sungai, termasuk Sungai Ciliwung dan Kali Krukut. Namun, Rano mengakui program tersebut membutuhkan waktu panjang karena melibatkan pembebasan lahan dan kesiapan warga untuk relokasi ke rumah susun.

“Normalisasi sungai tidak bisa diselesaikan dalam lima tahun. Tantangannya bukan hanya lahan, tapi juga sosialisasi dan kesiapan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU, serta mengoperasikan 779 unit pompa mobile dan stasioner di titik-titik rawan banjir selama periode cuaca ekstrem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *