Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

Slank Rilis “Republik Fufufafa”, Satire Sosial-Politik di Usia 42 tahun

×

Slank Rilis “Republik Fufufafa”, Satire Sosial-Politik di Usia 42 tahun

Share this article

Wartabuana.com —  Grup band legendaris Slank kembali memantik percakapan publik lewat perilisan single terbaru berjudul “Republik Fufufafa”, yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Slank ke-42, Sabtu (27/12).

Lagu ini menegaskan kembali identitas Slank sebagai band yang konsisten menyuarakan kritik sosial-politik lewat musik rock yang enerjik dan lugas.

Single “Republik Fufufafa” resmi dirilis melalui kanal YouTube Musik Slank dan berbagai platform streaming digital. Sejak kemunculannya, lagu ini langsung menjadi perbincangan hangat warganet, sejalan dengan tradisi Slank yang kerap menyelipkan satire tajam dalam karya-karyanya.

Secara musikal, “Republik Fufufafa” dibalut dengan gaya tutur khas Slank yang slengean, namun menyimpan pesan serius tentang gambaran sebuah negeri yang kacau balau.

Lagu ini ditulis oleh Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim dan direkam di Flat 5 Studio, menghadirkan energi rock yang familiar bagi Slankers, sekaligus memantik tafsir beragam dari pendengarnya.

Tak hanya audionya, video musik “Republik Fufufafa” juga menyedot perhatian publik. Dalam visual yang disutradarai Riandhani Yudha Pamungkas, para personel Slank tampil dengan riasan dan karakter yang mengingatkan pada figur Joker, memperkuat nuansa ironi dan satire yang menjadi benang merah lagu tersebut. Konsep visual penuh simbol ini disebut selaras dengan tema kritik sosial yang diusung.

Respons publik pun terbilang tinggi. Berdasarkan pantauan di YouTube @musikslank, video musik “Republik Fufufafa” telah mengumpulkan 9,4 ribu tanda suka dan lebih dari 2 ribu komentar hanya dalam waktu kurang dari satu hari sejak diunggah.

Sementara di akun Instagram resmi @slankdotcom, potongan video musik yang dibagikan pada Minggu (18/12) malam pukul 19.42 WIB mencatat 22,3 ribu suka, 2.037 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 2.478 kali.

Banyak penggemar menyambut positif kehadiran lagu ini, bahkan menilai Slank seolah kembali ke setelan awal mereka sebagai band yang vokal menyuarakan kritik lewat musik.

Nama “Fufufafa” sendiri turut menambah lapisan makna. Istilah ini merujuk pada sebuah akun forum komunitas online yang sempat viral pada 2024 karena kerap mengkritik tokoh politik tertentu, meski hingga kini identitas di balik akun tersebut masih menjadi misteri.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Slank juga mengajak penggemarnya untuk menikmati “Republik Fufufafa” baik dalam format video musik maupun audio streaming, menandai semangat band tersebut untuk terus relevan di tengah lanskap musik dan diskursus sosial yang terus berubah.

Di usia lebih dari empat dekade, Slank telah menorehkan perjalanan panjang dengan merilis 25 album studio, 9 album kompilasi, 3 album internasional, 4 mini album, 3 album soundtrack, serta 21 single. Diskografi mereka merentang luas dari rock, pop, reggae, punk, hingga jazz dan etnik, menjadikan Slank sebagai salah satu ikon paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. (© Al / artwork: Ig@slankdotcom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *