Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

SBY Nyanyikan Ulang “Kenanglah Aku”, Cover Emosional Ini Bikin Nostalgia Generasi 2000-an

×

SBY Nyanyikan Ulang “Kenanglah Aku”, Cover Emosional Ini Bikin Nostalgia Generasi 2000-an

Share this article

Wartabuana.com —  Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono kembali mencuri perhatian publik—kali ini bukan lewat panggung politik, melainkan lewat musik. Video cover lagu “Kenanglah Aku” yang ia rilis sukses membangkitkan nostalgia sekaligus menuai apresiasi luas.

Sentuhan baru untuk lagu patah hati klasik

Dalam proyek terbarunya, SBY membawakan ulang lagu “Kenanglah Aku” milik band pop NAFF, yang populer di era 2000-an sebagai anthem patah hati.

Namun alih-alih meniru versi asli, SBY menghadirkan interpretasi yang lebih matang. Aransemen dibuat minimalis dengan tempo yang lebih dalam, sementara vokalnya mengalir tenang dan tidak eksplosif.

Sebagai pengamat musik, pendekatan ini menunjukkan upaya sadar untuk menggeser emosi lagu—dari drama remaja menjadi refleksi yang lebih dewasa.

Tafsir lebih reflektif dan kontemplatif

Di tangan SBY, “Kenanglah Aku” terdengar seperti surat kenangan yang dibacakan dengan suara matang. Nuansa kehilangan tetap terasa, tetapi dibalut keikhlasan dan ketenangan.

Transformasi ini membuat lagu yang dulu identik dengan galau anak muda berubah menjadi elegi yang lebih elegan dan personal.

Pendekatan vokal yang restrained juga memperkuat karakter interpretatif, bukan sekadar cover reproduktif.

Respons publik riuh di media sosial

Rilisan ini langsung memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet mengaku tersentuh, sementara sebagian lainnya mengaku tak menyangka SBY tetap konsisten berkarya di jalur musik.

Bagi publik, langkah ini mempertegas bahwa seni bisa menjadi ruang ekspresi lintas profesi—bahkan bagi seorang mantan kepala negara.

Konsistensi SBY di jalur musik

Sejak tidak lagi berada di lingkar kekuasaan, SBY memang terlihat semakin produktif di bidang seni, khususnya musik. Meski bukan pendatang baru, setiap rilisan yang ia hadirkan cenderung membawa pendekatan berbeda.

Cover “Kenanglah Aku” menjadi penanda bahwa nostalgia dapat dikemas ulang dengan perspektif baru tanpa kehilangan ruh aslinya.

Perpindahan SBY dari panggung politik ke panggung musik bukan sekadar langkah personal, tetapi juga fenomena menarik dalam lanskap hiburan Indonesia. Ia membuktikan satu hal sederhana namun kuat: irama, seperti seni pada umumnya, tidak pernah mengenal masa jabatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *