Mbah WP
Mbah WP
SELEBRITIS

Rani VE Turun Langsung Ke Lokasi Banjir Bandang Agam, Bawa Misi Kemanusiaan Laskar Merah Putih

×

Rani VE Turun Langsung Ke Lokasi Banjir Bandang Agam, Bawa Misi Kemanusiaan Laskar Merah Putih

Share this article

Wartabuana.com —  Di balik gemerlap dunia hiburan, kepedulian sosial tetap menjadi panggilan hati bagi Rani VE. Artis penyanyi yang dikenal lewat lagu hits Masih Ada ini turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bersama Markas Besar Laskar Merah Putih (Mabes LMP), untuk menyerahkan bantuan dan menyapa warga terdampak.

Rani VE hadir ke Sumatera Barat dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Kesejahteraan (Waketum Soskesra) Mabes LMP. Rombongan Mabes LMP tiba di Padang pada Rabu (7/1/2026) dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Palembayan yang memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam, melewati medan pascabencana yang cukup berat.

Rani VE hadir ke Sumatera Barat dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Sosial dan Kesejahteraan (Waketum Soskesra) Mabes LMP. Rombongan Mabes LMP tiba di Padang pada Rabu (7/1/2026) dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Palembayan yang memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam, melewati medan pascabencana yang cukup berat.

Perintah langsung Ketum Mabes LMP

Kunjungan Rani VE dan tim Mabes LMP ke lokasi bencana dijadwalkan berlangsung selama 7–10 Januari 2026. Menurut Rani, aksi kemanusiaan ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum Mabes LMP, HM Arsyad Cannu, sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap korban bencana alam di Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat.

Kunjungan kami ke Palembayan ini memang atas perintah langsung Ketua Umum Mabes LMP, Bapak HM Arsyad Cannu. Tujuannya untuk melihat kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak,” ujar Rani VE kepada awak media di lokasi bencana.

Bantuan konkret untuk warga terdampak

Dalam kunjungan tersebut, Rani VE bersama Mabes LMP menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari paket kebutuhan ibadah hingga dana tunai. Setiap rumah warga terdampak menerima paket sarung dan mukenah, serta bantuan uang tunai Rp50.000 per rumah.

Tak hanya itu, Mabes LMP juga menyalurkan bantuan dana tunai sebesar Rp30 juta untuk pembangunan awal mushalla di Desa Padang Landua, Jorong Kampung Tengah Barat. Untuk mendukung aktivitas warga di malam hari, Mabes LMP turut menyerahkan 8 unit lampu tenaga surya (solar cell) guna penerangan jalan yang selama ini masih gelap gulita.

Donasi dari pimpinan LMP hingga kalangan selebriti

Rani VE menjelaskan bahwa seluruh donasi berasal dari Ketua Umum Mabes LMP, jajaran pengurus pusat, serta para Ketua Mada LMP dari seluruh Indonesia. Selain itu, bantuan juga dihimpun dari kalangan artis dan selebriti melalui kegiatan penggalangan dana bertajuk Donasi Untuk Sumatera yang digelar di Jakarta pada 23 Desember 2025.

Ini murni hasil gotong royong. Banyak pihak yang tergerak, termasuk rekan-rekan artis yang ikut berdonasi untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera Barat,” ujar Rani VE.

Kehadiran Rani VE beri semangat relawan

Komandan Posko LMP Peduli Palembayan, Abu Hanifah, menilai kehadiran Rani VE menjadi suntikan semangat bagi relawan yang telah bekerja di lokasi sejak hari-hari awal bencana.

Posko LMP Peduli sebenarnya sudah hadir sejak tiga hari setelah bencana banjir bandang dan longsor terjadi. Kedatangan Ibu Rani VE tentu memberi motivasi dan dukungan moril bagi kami di lapangan,” kata Abu Hanifah.

Tersentuh langsung melihat kondisi warga

Bagi Rani VE, pengalaman turun langsung ke lokasi bencana meninggalkan kesan emosional mendalam. Ia mengaku perjalanan panjang dan melelahkan terbayar dengan kesempatan berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak.

Melihat langsung kondisi di lapangan sangat menyentuh. Banyak rumah yang hilang, tinggal puing-puing dan tidak layak huni,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi Desa Padang Landua yang hingga kini tidak memiliki masjid maupun mushalla, akibat akses jalan dan jembatan yang terputus pascabencana. Warga harus melewati titian bambu dan lumpur sejauh sekitar 150 meter, kondisi yang dinilai sangat rawan, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Inisiasi pembangunan Mushalla An-Nur Laskar Merah Putih

Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Laskar Merah Putih melalui Posko LMP Peduli menginisiasi pembangunan rumah ibadah yang akan diberi nama Mushalla An-Nur Laskar Merah Putih. Mushalla ini direncanakan melayani sekitar 65 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Pembangunan mushalla ini penting karena akses yang sulit membuat warga kesulitan beribadah ke desa lain. Kami berharap Mushalla An-Nur bisa menjadi pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan warga,” tutup Rani VE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *