Wartabuana.com — Aktris Luna Maya kembali dipercaya menghidupkan legenda horor Indonesia lewat film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Namun di balik transformasi visual yang memukau, tersimpan proses ekstrem—mulai dari makeup berjam-jam hingga momen menegangkan saat ia nyaris tenggelam di lokasi syuting.
Makeup 5 jam demi wujud Suzzanna yang autentik

Untuk kembali menjelma sebagai ikon horor Suzzanna, Luna harus menjalani proses makeup yang tidak main-main.
Aktris 42 tahun itu mengungkap, setiap hari ia menghabiskan waktu sekitar empat hingga lima jam di kursi rias. Tantangannya justru lebih berat karena di film ini karakter Suzzanna lebih sering tampil dalam wujud manusia.
“Kalau jadi manusia itu benar-benar detail, harus dibuat pori-porinya satu per satu,” ungkap Luna saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Tim makeup internasional dari Belgia dan Bali memasang prostetik secara piece by piece—mulai dari dahi, bawah mata, tulang pipi, hingga dagu.
Mata perih hingga kulit iritasi
Proses tersebut bukan tanpa konsekuensi. Luna mengaku kerap merasakan perih akibat alkohol dan lem khusus yang digunakan.
“Kadang mata kena alkohol, pedih, perih, dan bau lem sangat menyengat,” katanya.
Penderitaan berlanjut saat pelepasan prostetik yang menempel kuat di wajahnya, bahkan sering memicu iritasi.
“Kalau pas dicopot itu sakit banget… besoknya harus pasang lagi di tempat yang iritasi,” ujarnya.
Meski melelahkan, Luna mengaku puas karena hasil akhirnya dinilai sangat menyerupai sosok Suzzanna.
Momen hidup-mati di sungai Pangandaran

Pengalaman paling mencekam terjadi saat pengambilan adegan air di kawasan Pangandaran. Luna memilih tidak menggunakan stunt double demi menjaga keaslian adegan.
Keputusan berani itu nyaris berujung fatal.
“Di sungai itu, bisa dibilang pengalaman hidup dan mati aku,” ungkapnya.
Ia tidak memperhitungkan berat kostum, wig tebal, dan prostetik yang menyerap air sehingga tubuhnya menjadi sangat berat.
Tergulung arus selama 30 detik
Situasi berubah kritis ketika ia terjun ke aliran sungai yang ternyata memiliki pusaran air di bawah curug kecil.
“Aku sempat tergulung dan berpikir, ‘Kalau baju gue nyangkut di batu, gue kelar (mati)’,” tuturnya serius.
Kondisi makin berbahaya karena prostetik menutup sebagian jalur napas. Luna kesulitan bernapas saat berada di dalam air.
Kru memperkirakan ia berada di bawah air sekitar 30 detik sebelum akhirnya menemukan pijakan batu dan mendorong tubuhnya ke permukaan.
“Akhirnya aku lemesin badan, ngikutin arus… terus ada batu, aku dorong badan aku biar naik,” kenangnya.
Sinopsis: dendam, santet, dan cinta
Film horor kolosal ini juga dibintangi Reza Rahadian dan Clift Sangra.
Ceritanya mengikuti Suzzanna yang dendam setelah ayahnya disantet hingga tewas oleh penguasa desa kejam bernama Bisman. Demi balas dendam, ia mempelajari ilmu santet.
Namun perjalanan berubah saat ia bertemu Pramuja, pemuda saleh yang membuatnya terjebak dilema antara cinta dan dendam.
Jadwal tayang dan tim kreatif
Film ini ditulis oleh Jujur Prananto, Ferry Lesmana, dan Sunil Soraya, dengan Azhar Kinoi Lubis sebagai sutradara.
Selain Luna Maya dan Reza Rahadian, jajaran pemain mencakup Iwa K, Andy /RIF, Adi Bing Slamet, Ence Bagus, Azis Gagap, Djenar Maesa Ayu, Nunung, El Manik, Budi Bima, dan Yati Surachman.
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026.
Dengan proses produksi ekstrem dan cerita emosional, film ini berpotensi menjadi salah satu horor Indonesia paling menyita perhatian tahun ini.













