Wartabuana.com — Lagu original soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” akhirnya diperdengarkan secara penuh untuk pertama kalinya di hadapan publik. Momen spesial ini langsung mencuri perhatian ribuan pengunjung Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu malam (29/2).
Debut Perdana yang Disambut Antusias

Penampilan perdana lagu ini dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, yang dikenal sebagai voice cast sekaligus penyanyi OST film animasi Jumbo.
Keduanya tampil bersama para pemeran anak film Na Willa, menciptakan kolaborasi hangat yang mempertemukan dua semesta cerita.
Sebelum membawakan lagu baru, Prince dan Quinn lebih dulu menyanyikan “Selalu Ada di Nadimu”, lagu yang telah melekat di hati penonton. Suasana kian meriah saat mereka memperkenalkan dan menyanyikan penuh “Sikilku Iso Muni”, yang langsung disambut antusias penonton.
Kolaborasi Hangat Bersama Geng Krembangan

Momen ini semakin spesial karena lagu ciptaan Laleilmanino tersebut juga dibawakan bersama Geng Krembangan, yakni:
Luisa Adreena (Na Willa)
Freya Mikhayla (Farida)
Ibrahim Arsenio (Bud)
Kebersamaan mereka di atas panggung menghadirkan nuansa ceria yang selaras dengan semangat masa kecil—jiwa utama film Na Willa.
Dengan aransemen ringan dan menyenangkan, lagu ini merepresentasikan sudut pandang anak yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu. Musik menjadi pintu masuk emosi yang kuat dalam narasi film.
Trailer Resmi Ungkap Dunia Willa Era 1960-an
Tak hanya penampilan musik, official trailer Na Willa juga diputar di panggung Festival Imlek Nasional. Trailer tersebut kembali memperkenalkan dunia Willa yang berlatar Indonesia era 1960-an.
Para pemeran, termasuk Irma Rihi yang memerankan Mak, turut hadir dalam sesi ngobrol bersama penonton. Mereka berbagi cerita tentang proses kreatif hingga membangun chemistry sebagai keluarga di film.
Prince Poetiray: Ingatkan pada Awal Perjalanan
Prince Poetiray mengaku terharu bisa terlibat dalam momen perdana lagu ini.
“Aku senang sekali bisa jadi bagian dari momen pertama kali ‘Sikilku Iso Muni’ dinyanyikan secara penuh di depan publik… rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan Jumbo dulu,” ujar Prince.
Ia juga optimistis Na Willa akan menjadi film yang dekat di hati penonton Indonesia.
Sutradara: Musik Jadi Cara Bercerita
Penulis sekaligus sutradara Ryan Adriandhy menegaskan bahwa musik memegang peran penting dalam film ini.
Menurutnya, OST bukan sekadar pelengkap.
“Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami bercerita. ‘Sikilku Iso Muni’ lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi,” jelas Ryan.
Ia menyebut perilisan lagu ini menjadi langkah awal menuju perjalanan film menjelang Lebaran.
Semangat Kebersamaan hingga Aktivitas Literasi
Semangat Festival Imlek Nasional yang merayakan keberagaman sejalan dengan pesan film Na Willa. Film ini menampilkan potret keluarga sederhana dengan latar budaya yang beragam.
Antusiasme pengunjung juga terlihat di area interaktif Na Willa, yang menghadirkan:
Booth membaca dan mewarnai untuk anak
Program Perpustakaan Keliling
Aktivitas literasi di ruang publik
Rangkaian ini memperkuat pesan imajinasi dan kecintaan membaca yang menjadi napas film.
Siap Tayang Lebaran 2026

Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, Na Willa menghadirkan kisah keluarga hangat yang relevan lintas generasi.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Lebaran.
Dengan kombinasi musik ceria, cerita keluarga yang hangat, dan sentuhan nostalgia Indonesia era 1960-an, Na Willa berpotensi menjadi tontonan keluarga yang mencuri hati penonton tahun ini.













