Uncategorized

Menko PM Soroti Dampak PNM di Gresik, Usaha Perempuan hingga Pendidikan Anak Jadi Bukti

×

Menko PM Soroti Dampak PNM di Gresik, Usaha Perempuan hingga Pendidikan Anak Jadi Bukti

Share this article

Wartabuana.com |Perubahan ekonomi masyarakat pesisir tak selalu lahir dari usaha berskala besar. Di Desa Watuagung, Pulau Mengare, Gresik, usaha sederhana perempuan seperti produksi terasi justru menjadi bukti bagaimana pembiayaan dan pendampingan dapat mendorong keluarga ultra mikro naik kelas.

Menteri Koordinator  Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar melihat langsung perkembangan tersebut saat mengunjungi Desa Watuagung. Kawasan ini memiliki potensi besar dari sektor perikanan, tambak, perdagangan hasil laut hingga produk olahan.

Dari Terasi hingga Produk Olahan Laut

PNM mencatat sekitar 2.000 nasabah di kawasan Mengare. Khusus Desa Watuagung, terdapat 878 nasabah perempuan dari total 1.492 perempuan di wilayah tersebut.

Salah satu penerima manfaat adalah Lisminah, pelaku usaha terasi turun-temurun. Melalui PNM Mekaar, usahanya berkembang mulai dari kapasitas produksi, kualitas, pemasaran hingga membuka peluang kerja.

Bagi PNM, pembiayaan bukan tujuan akhir. Pendampingan, klasterisasi usaha, sertifikasi halal, legalitas, branding dan pengemasan menjadi bagian penting agar produk lokal memiliki nilai tambah dan pasar lebih luas.

“Pemberdayaan harus membuat masyarakat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas,” ujar Muhaimin.

Pemberdayaan Menyasar Generasi Berikutnya

Dampak pemberdayaan juga diperluas melalui Ruang Pintar, yang menyediakan pendampingan belajar gratis bagi anak-anak keluarga nasabah PNM Mekaar.

Direktur Utama PNM Kindaris menilai keberhasilan pemberdayaan bukan sekadar jumlah pembiayaan yang disalurkan, melainkan perubahan nyata berupa usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga menguat, lapangan kerja terbuka, dan akses pendidikan anak semakin baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *