Wartabuana.com | Atmosfer panas menjelang duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung mulai terasa. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta rivalitas dua klub besar tersebut tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak mengganggu keamanan ibu kota.
Pesan itu disampaikan Pramono saat memimpin Apel Jaga Jakarta bersama The Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (11/9), sehari sebelum pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (12/9).
Lebih dari Tujuh Tahun Menanti Laga di Jakarta

Pramono menyebut pertandingan Persija dan Persib di Jakarta, khususnya di SUGBK, menjadi momen yang telah lama dinantikan. Karena itu, ia mengajak The Jakmania menjadi bagian dari terciptanya pertandingan yang aman dan nyaman.
“Kita sudah lama menantikan pertandingan Persija dan Persib yang lebih dari tujuh tahun tidak berlangsung di Jakarta, khususnya di GBK,” kata Pramono.
Menurutnya, The Jakmania memiliki posisi penting sebagai pemain ke-12 Persija. Dukungan penuh kepada Macan Kemayoran, kata dia, harus dibarengi sikap dewasa dalam menerima apa pun hasil pertandingan.
“Sebagai Gubernur Jakarta, tentu saya berharap The Jakmania menang. Tetapi, apa pun hasilnya, kita harus bisa menerima dengan baik,” ujarnya.
Rivalitas Berakhir Saat Peluit Panjang
Pramono juga mengingatkan agar rivalitas tidak berlanjut menjadi permusuhan setelah pertandingan. Ia meminta suporter berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan provokasi.
“Rivalitas Persija dan Persib adalah rivalitas sepak bola. Setelah pertandingan selesai, kita tetap menjadi saudara dan sahabat,” tegasnya.
Ia sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga fasilitas umum, kebersihan, serta ketertiban. Menurut Pramono, laga tersebut menjadi kesempatan bagi Jakarta menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang baik.
“Cinta kepada Persija adalah bagian dari cinta kepada Jakarta. Selamat bertanding, Macan Kemayoran! Jaga sportivitas, jaga Persija, jaga Jakarta,” pungkasnya.
17.800 Personel Disiapkan

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purnomo mengatakan pengamanan melibatkan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemprov DKI Jakarta.
Sebanyak 17.800 personel disiapkan untuk mengawal rangkaian kegiatan sebelum, selama, hingga setelah pertandingan.
Pengamanan juga dikoordinasikan dengan Polda Jawa Barat dan Polda Banten. Penyekatan dilakukan di sejumlah titik perbatasan, termasuk Tangerang Kota, Karawang, dan Bogor.
Sesuai regulasi pertandingan dan izin keramaian yang diterbitkan Mabes Polri berdasarkan rekomendasi Polda Metro Jaya, suporter Persib tidak diperbolehkan hadir di SUGBK. Ketentuan serupa berlaku bagi The Jakmania ketika Persija bertanding di Bandung.
Kini, perhatian bukan hanya tertuju pada siapa yang keluar sebagai pemenang, tetapi juga bagaimana rivalitas besar Persija dan Persib dapat berlangsung aman, tertib, dan sportif.
[Ib/ Ft: Pemprov DKI Jakarta]













