Wartabuana.com — Debut yang nyaris sempurna. Film biopik tentang Michael Jackson berjudul Michael langsung menggebrak box office global dengan raihan fantastis, sekaligus mencetak sejarah baru sebagai film biografi musik dengan pembukaan terbesar sepanjang masa.
Rekor Box Office yang Sulit Dikejar

Dalam akhir pekan perdananya, Michael meraup pendapatan domestik sebesar USD 97 juta (sekitar Rp 1,6 triliun) dan pendapatan global mencapai USD 217 juta (sekitar Rp 3,7 triliun). Angka ini menjadikannya sebagai film biopik dengan opening terbesar dalam sejarah perfilman.
Capaian tersebut otomatis melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Straight Outta Compton, yang hanya meraih USD 60 juta pada pekan pertama di tahun 2015. Bahkan, Michael juga meninggalkan jauh Bohemian Rhapsody, film biopik band legendaris Queen yang dibuka dengan USD 51 juta.
Menariknya, Bohemian Rhapsody sendiri pada akhirnya mampu meraup hingga USD 910 juta secara global sepanjang masa tayangnya—sebuah tolok ukur yang kini mulai dibayangi oleh Michael.
Antusiasme Penonton Jadi Kunci
Produser Adam Fogelson dari Lionsgate Motion Picture Group menyambut capaian ini dengan optimisme tinggi.
Menurutnya, respons positif penonton menjadi sinyal kuat bahwa performa film ini masih akan terus menanjak dalam beberapa pekan ke depan. Antusiasme tersebut dinilai sebagai faktor utama yang bisa mendorong pendapatan berlipat ganda.
Kisah Sang “King of Pop” di Layar Lebar

Disutradarai oleh Antoine Fuqua, Michael mengangkat perjalanan hidup sang legenda sejak masa kecilnya bersama Jackson 5 hingga menjadi ikon global dengan julukan “King of Pop”.
Peran utama dipercayakan kepada Jaafar Jackson, keponakan langsung Michael, yang menjalani debut aktingnya. Ia beradu peran dengan Colman Domingo dan Nia Long yang memerankan orang tua Michael.
Sukses Komersial, Tapi Tuai Kritik
Meski menuai kesuksesan besar di box office, Michael tidak sepenuhnya lepas dari sorotan. Sejumlah kritikus menilai film ini terlalu menampilkan sisi “bersih” kehidupan sang legenda.
Kritik utama mengarah pada absennya pembahasan mengenai kontroversi tuduhan pelecehan seksual anak yang pernah menghantui karier Michael Jackson di masa lalu. Bagi sebagian pengamat, hal ini membuat narasi film terasa kurang utuh.
Namun demikian, respons penonton umum justru menunjukkan hal berbeda. Banyak yang tetap memberikan ulasan positif, terutama terhadap penampilan Jaafar Jackson dan kualitas produksi film secara keseluruhan.
Antara Legenda, Nostalgia, dan Kontroversi
Keberhasilan Michael menegaskan satu hal: daya tarik sosok Michael Jackson masih sangat kuat, bahkan bertahun-tahun setelah kepergiannya. Perpaduan antara nostalgia, musik legendaris, dan kisah hidup penuh drama terbukti menjadi magnet besar bagi penonton global.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Michael akan sukses, melainkan seberapa jauh film ini bisa melampaui capaian para pendahulunya—dan apakah ia mampu menembus angka miliaran dolar seperti Bohemian Rhapsody.













