Wartabuana.com — Maudy Ayunda kembali menunjukkan sisi artistiknya yang utuh. Tak hanya berperan di layar lebar, Maudy resmi merilis single terbaru berjudul “Aku yang Engkau Cari”, sebuah original soundtrack (OST) untuk film Para Perasuk garapan sutradara Wregas Bhanuteja, yang akan berkompetisi di Sundance Film Festival 2026.
Lagu ini lahir dari keterlibatan Maudy yang tak biasa. Selain menjadi penyanyi dan penulis lagu, Maudy juga terlibat langsung sebagai pemain film, memerankan karakter Laksmi. Ide penulisan lagu bahkan sudah muncul sejak proses syuting berlangsung.
Terinspirasi Atmosfer Film yang Kuat dan Personal

Maudy mengungkapkan bahwa narasi serta atmosfer dunia Para Perasuk begitu kuat hingga mendorongnya menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam musik.
Setelah proses syuting rampung, Maudy menyampaikan gagasan pembuatan lagu kepada Wregas Bhanuteja dan langsung mendapat respons positif. Bersama Lafa Pratomo—produser sekaligus kolaboratornya—Maudy mulai mengembangkan lagu ini usai menonton versi awal film.
Ia mengaku merasa sangat terhubung secara emosional dengan film tersebut. Energi di lokasi syuting dan karakter-karakter dalam Para Perasuk terasa begitu dekat dan mudah diselami.
Ditulis dari Sudut Pandang Bayu, Karakter yang Rapuh
Secara emosional, “Aku yang Engkau Cari” ditulis dari sudut pandang Bayu, karakter utama yang diperankan Angga Yunanda. Bayu digambarkan sebagai sosok rapuh yang terus berusaha terlihat kuat—haus akan pembuktian, namun diam-diam mendambakan cinta dan penerimaan.
“Saat menulis lagu ini, aku membayangkan kerinduan yang tak pernah selesai itu: kerinduan akan penerimaan, akan pelukan, akan rasa bahwa ia cukup apa adanya,” jelas Maudy.
Menurutnya, pencarian Bayu terhadap pengakuan orang lain perlahan membuatnya kehilangan jati diri. Lagu ini menjadi refleksi batin dari kegelisahan tersebut.
Proses Kreatif Intuitif, Seperti Bisikan yang Menghanyutkan

Lagu ini ditulis oleh Maudy Ayunda dan Lafa Pratomo, yang juga bertindak sebagai produser dan arranger. Proses pengerjaannya berlangsung sekitar satu bulan dengan pendekatan yang intuitif dan emosional.
Mereka sepakat menghadirkan aransemen yang terasa tenang dan intim—seperti bisikan—namun menyimpan kegelisahan yang dalam, selaras dengan dunia film Para Perasuk.
Lapisan Emosional yang Menguatkan Narasi Film

Dalam konteks film, “Aku yang Engkau Cari” berfungsi sebagai lapisan emosional yang memperdalam cerita, tanpa menjelaskan plot secara gamblang. Lagu ini mengalir sebagai rasa—menghadirkan emosi yang kerap tak terucap oleh karakter-karakternya, terutama Bayu.
Meski dapat dinikmati sebagai single dengan tema yang universal, Maudy meyakini maknanya akan terasa lebih kuat ketika didengar setelah menonton filmnya.
“Dalam konteks film, lagu ini seperti menemukan bayangannya,” ujar Maudy.
Para Perasuk Siap Berlaga di Sundance Film Festival 2026

Film Para Perasuk dijadwalkan menggelar world premiere di Sundance Film Festival pada 22 Januari–1 Februari 2026 di Park City dan Salt Lake City, Amerika Serikat. Film ini menjadi satu dari sepuluh film internasional yang berkompetisi di kategori World Cinema Dramatic Competition.
Pencapaian tersebut menandai kehadiran kuat sinema Indonesia di salah satu festival film paling prestisius dunia.
“Aku merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari karya Indonesia yang mendapat pengakuan di panggung internasional,” tutur Maudy.
Lagu untuk Mereka yang Masih Mencari

Melalui “Aku yang Engkau Cari”, Maudy berharap pendengar dan penonton dapat merasa lebih dekat dengan pergulatan batin yang diangkat dalam film Para Perasuk.
“Lagu ini bicara soal keinginan untuk menjadi cukup: untuk dilihat, dimengerti, dan dicari,” ungkapnya.
Ia menutup dengan pesan reflektif, “Mungkin kamu nggak harus jadi apa-apa, karena bisa jadi, hanya kamulah yang selama ini kamu cari.”
Single “Aku yang Engkau Cari” sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform mulai 19 Januari 2026, mengajak pendengar menelusuri perjalanan batin tentang pencarian jati diri, ambisi, serta kerinduan akan penerimaan dan ketulusan. (© Al / artwork: Ig@maudyayunda)













