Wartabuana.com — Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, publik musik Indonesia kembali diajak merenung lewat sebuah kolaborasi istimewa. Cakra Khan berduet dengan almarhum Chrisye dalam versi terbaru lagu legendaris “Ketika Tangan Dan Kaki Berkata”, sebuah karya religius yang telah menjadi ikon refleksi spiritual sejak dirilis pada 1997.
Hadir dengan pendekatan emosional yang lebih dekat dengan pendengar masa kini, lagu ini kembali menarik perhatian lintas generasi—bukan sekadar sebagai karya musik, tetapi juga sebagai pengingat akan makna pertanggungjawaban hidup.
Dari Panggung Anak hingga Java Jazz Festival

Ketertarikan KATYANA pada dunia tarik suara telah tumbuh sejak usia sangat dini. Sejak kecil, ia aktif mengikuti berbagai lomba bernyanyi dan terlibat dalam proyek musik seperti Trust Junior Orchestra serta konser amal Yayasan Kanker Indonesia. Pendidikan vokal formal pun telah ia tempuh sejak 2015.
Perjalanan musikalnya terus berkembang hingga pada 2023, KATYANA mencatat pengalaman penting sebagai performer termuda di Java Jazz Festival, tampil penuh bersama Otti Jamalus Quartet—sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai talenta muda yang patut diperhitungkan.
Dikenal Lewat Film Musikal, Kini Fokus ke Musik Rekaman

Selain dikenal sebagai penyanyi, KATYANA juga luas dikenal sebagai pemeran Milly dalam film musikal Rangga & Cinta. Beberapa tahun terakhir, ia konsisten mengasah kemampuan vokal dan performanya melalui berbagai kelas serta pengalaman panggung.
Memasuki masa remaja, rasa penasarannya terhadap banyak hal pun semakin besar—termasuk keinginan mengekspresikan emosi yang mulai tumbuh. Fase inilah yang kemudian melahirkan “Tongkat Sihir”, lagu yang merepresentasikan excitement, imajinasi, dan kebingungan manis khas jatuh suka pertama.
Tentang Rasa Suka yang Masih Ada di Kepala
“Tongkat Sihir” bercerita tentang perasaan penasaran saat mulai menyukai seseorang—bahkan sebelum cinta benar-benar terjadi.
“Buat yang belum pernah pacaran, lagu ini bisa mewakili rasa penasaranmu. Lebih ke membayangkan, bagaimana rasanya jatuh suka, bagaimana hal-hal kecil bisa terasa spesial,” ujar KATYANA.
Menariknya, lagu ini justru lahir dari kejujuran personal. Meski belum pernah menjalani hubungan pacaran, KATYANA mengaku perasaan excited anticipation itulah yang menjadi inti lagu ini—rasa tidak sabar, deg-degan, sekaligus ragu apakah semua perasaan itu nyata atau hanya ada di kepala sendiri.
“Tongkat Sihir” sebagai Metafora Jatuh Cinta

Single ini ditulis dan dikomposisi oleh Mohammed Kamga, Tintin, Abram A. Lembono, dan Chevrina Anayang. Lagu berangkat dari musik dan notasi yang ringan dan “lucu”, lalu berkembang menjadi cerita remaja yang dibungkus dengan analogi magis.
Konsep “Tongkat Sihir” dimaknai sebagai metafora perasaan jatuh cinta—sebuah “sihir” emosional yang membuat seseorang salah tingkah, overthinking, dan bingung membaca sinyal.
“Bukan karena ada sihir sungguhan, tapi karena perasaan itu sendiri membuat kita ragu, apakah ini nyata atau cuma kita yang kegeeran,” jelas Kamga.
Warna Suara KATYANA Dinilai Paling Tepat
Sejak awal, Kamga menilai lagu ini menemukan bentuk paling utuh ketika dinyanyikan KATYANA. Warna suara dan visualnya membuat cerita dalam lirik terasa lebih jujur, seolah datang langsung dari pengalaman personal.
Dengan nuansa manis dan tema jatuh cinta untuk pertama kalinya, “Tongkat Sihir” menyasar pendengar remaja dan young listeners—mereka yang pernah berada di fase “belum cinta, tapi diam-diam berharap”.
Dirilis di Platform Digital dan YouTube
Single “Tongkat Sihir” telah tersedia di seluruh platform digital streaming, sementara video musiknya juga resmi dirilis melalui kanal YouTube Trinity Optima Production. Lagu ini diharapkan menjadi teman bagi pendengar yang sedang menjalani fase bingung, penasaran, dan penuh harapan.
“Semoga lagu ini bisa bikin pendengar ngerasa nggak sendirian saat lagi ‘terkena tongkat sihir’ oleh seseorang yang mereka suka,” tutup KATYANA.













