Wartabuana.com — Musisi sekaligus komposer Isyana Sarasvati kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini bukan semata soal musiknya, melainkan konsep visual yang ia tampilkan saat mempromosikan single terbaru berjudul Abadhi, yang merupakan bagian dari album kelimanya Eklektiko.
Dalam foto promosi yang beredar di media sosial, Isyana tampil dengan konsep visual gelap dan dramatis. Nuansa gotik, tata rias mata yang tajam, serta ekspresi artistik yang kuat memunculkan berbagai spekulasi dari sebagian warganet.
Tak sedikit yang kemudian mengaitkan estetika tersebut dengan simbol-simbol yang dianggap menyerupai sekte iluminati atau bahkan menuding sang musisi mengikuti aliran satanisme.
Isyana merespons lewat lirik, bukan bantahan langsung

Menariknya, Isyana Sarasvati tidak menanggapi tudingan tersebut secara frontal. Ia justru memilih cara yang lebih artistik: membalasnya melalui potongan lirik lagu.
Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Isyana menuliskan penggalan lirik yang merefleksikan perjalanan emosional seorang manusia.
“Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through.”
Kalimat tersebut jika diterjemahkan berarti: “Terkadang seperti cahaya murni, terkadang seperti gelombang kejam, aku sedang melewatinya.”
Bagi sebagian pengamat musik, respons ini menunjukkan pendekatan khas Isyana yang sering menjawab kontroversi melalui karya, bukan perdebatan langsung.
Suami Isyana angkat bicara soal tudingan
Sorotan terhadap visual Abadhi juga membuat suami Isyana, Raihan Maditra, ikut memberikan tanggapan.
Melalui unggahan yang kemudian dibagikan ulang oleh Isyana, Raihan mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menilai sebuah karya hanya dari satu sudut pandang.
“Ujian besar bagi seorang musisi adalah ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda,” tulisnya.
Ia juga menyoroti fenomena di media sosial, di mana asumsi sering muncul lebih cepat daripada keinginan untuk memahami.
“Sering kali asumsi itu datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami,” lanjut Raihan.
Di akhir pesannya, ia memilih mendoakan mereka yang menilai negatif karya sang istri.
Di akhir pesannya, ia memilih mendoakan mereka yang menilai negatif karya sang istri.
“Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan Ramadan ini. Amin.”
Eksplorasi artistik Isyana dalam album “Eklektiko”

Gaya artistik yang berani tersebut sering kali memunculkan interpretasi berbeda dari publik. Namun bagi pengamat industri musik, pendekatan itu justru menjadi bagian dari identitas kreatif Isyana sebagai musisi yang tidak takut bereksperimen.
Kontroversi seputar visual Abadhi pun menunjukkan satu hal: karya seni selalu membuka ruang tafsir yang luas—dan kadang memicu perdebatan yang tak terduga.













