Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

Hadiri Andilan Kebo, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Budaya Betawi di Tengah Modernisasi Jakarta

×

Hadiri Andilan Kebo, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Budaya Betawi di Tengah Modernisasi Jakarta

Share this article

Wartabuana.com —  Di tengah laju modernisasi Jakarta sebagai kota global, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya menjaga akar budaya lokal dengan menghadiri tradisi Andilan Kebo—sebuah warisan khas Betawi yang sarat nilai kebersamaan dan gotong royong.

Tradisi Andilan Kebo, simbol kebersamaan masyarakat Betawi

Kegiatan Andilan Kebo yang digelar oleh Majelis Kaum Betawi berlangsung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang terus menjaga tradisi Betawi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, Andilan Kebo bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi memiliki makna sosial yang kuat sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas.

Tradisi Andilan Potong Kebo merupakan warisan budaya Betawi yang sarat makna kebersamaan dan persaudaraan,” ujarnya.

Lebaran Betawi, momentum perkuat nilai gotong royong

Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Lebaran Betawi, yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Pramono menjelaskan bahwa Andilan mencerminkan nilai gotong royong, toleransi, serta kepedulian sosial antarwarga.

Selain itu, praktik penyembelihan kerbau juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan ternak yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Upaya hidupkan kembali tradisi untuk generasi muda

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, mendukung penuh upaya revitalisasi tradisi-tradisi lokal seperti Andilan Kebo.

Langkah ini dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Saya menyambut baik upaya untuk menghidupkan kembali tradisi ini agar generasi muda tetap mengenal dan mewarisi nilai-nilai kebersamaan,” jelasnya.

Budaya Betawi sebagai identitas Jakarta kota global

Lebih jauh, Pramono menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada aspek sosial, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pembangunan kota.

Budaya Betawi, menurutnya, dapat menjadi kekuatan identitas sekaligus potensi ekonomi lokal yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global, menjaga keberlanjutan budaya lokal menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Jakarta modern tanpa kehilangan akar budaya

Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat tradisi Betawi sebagai bagian dari jati diri kota.

Ia menekankan bahwa kemajuan kota harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya.

Jakarta harus tetap menjadi kota yang ramah, berbudaya, dan membanggakan bagi semua,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *