Wartabuana.com — Setelah sukses besar lewat drama romansa Komang yang menembus lebih dari 3 juta penonton, Starvision kembali menyiapkan gebrakan emosional. Menyambut Lebaran, rumah produksi yang memasuki 31 tahun berkarya itu menghadirkan Senin Harga Naik, sebuah drama keluarga yang dipastikan menghangatkan sekaligus menguras air mata penonton Indonesia.
Drama keluarga yang relevan dengan momen Lebaran

Diproduksi oleh Chand Parwez Servia dan disutradarai Dinna Jasanti dari naskah Rino Sarjono, Senin Harga Naik mengangkat konflik yang sangat dekat dengan kehidupan banyak keluarga: perbedaan cara memaknai kebahagiaan antara anak dan orang tua.
Film ini berpusat pada Mutia (Nadya Arina), perempuan muda yang memilih meninggalkan rumah demi mengejar jalannya sendiri. Namun takdir membawanya kembali ke rumah dan toko roti legendaris milik sang ibu, Retno (Meriam Bellina), ketika pekerjaannya di perusahaan properti menuntutnya melobi sang ibu agar bersedia menjual usaha keluarga.
Dari titik inilah emosi mulai berkelindan—antara ambisi, luka lama, dan kerinduan akan kehangatan keluarga.
Deretan bintang lintas generasi

Senin Harga Naik menghadirkan ensemble cast kuat, di antaranya Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud, Aci Resti, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, hingga Hifdzi Khoir.
Kehadiran banyak karakter memberi lapisan drama yang kaya—mulai dari konflik ibu-anak, relasi mertua dan menantu, hingga benturan prinsip antar generasi.
Produser: Lebaran butuh film yang mendekatkan keluarga
Produser Chand Parwez Servia menegaskan bahwa momen Lebaran adalah waktu paling tepat menghadirkan film yang memicu percakapan keluarga.
“Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga menjadi sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin sulit untuk benar-benar bersama, penting menemukan trigger agar kita bisa saling mendekat lagi,” ujarnya.
Ia berharap Senin Harga Naik bisa menjadi pengingat bahwa maaf tidak selalu datang dari anak kepada orang tua—tetapi juga sebaliknya.
Kedekatan personal sang sutradara
Bagi Dinna Jasanti, proyek ini memiliki resonansi emosional tersendiri. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Starvision melalui Dua Hati Biru, ia melihat film ini sebagai “pelukan hangat” bagi penonton.
Menurutnya, latar toko roti ikonik dalam film bukan sekadar tempat, tetapi ruang memori yang menyimpan emosi tiap karakter.
Refleksi hubungan anak dan orang tua

Nadya Arina mengaku perannya sebagai Mutia memberinya perspektif baru tentang komunikasi dalam keluarga.
“Semakin dewasa, cara kita berkomunikasi dengan orang tua berubah. Film ini mengajarkan aku untuk lebih memahami dan menyayangi keluarga,” ungkapnya.
Sementara Meriam Bellina menyoroti sisi orang tua yang sering kali hanya ingin tetap dekat dengan anak-anaknya, meski cara yang digunakan kadang justru menciptakan jarak.
Siap jadi tontonan wajib Lebaran
Dengan kombinasi drama emosional, konflik yang relevan, serta latar keluarga yang hangat, Senin Harga Naik diproyeksikan menjadi salah satu film Lebaran yang kuat secara rasa.
Film ini dijadwalkan tayang mulai 18 Maret di bioskop seluruh Indonesia. Bagi Anda yang merindukan film keluarga yang hangat namun tetap menggigit secara emosi, Senin Harga Naik tampaknya layak masuk daftar tontonan Lebaran tahun ini.













