Mbah WP
Mbah WP
NASIONAL

DKI Jakarta Borong Penghargaan Kemendagri 2025, Rano Karno Ungkap Strategi Jaga Layanan Publik Tetap Prima

×

DKI Jakarta Borong Penghargaan Kemendagri 2025, Rano Karno Ungkap Strategi Jaga Layanan Publik Tetap Prima

Share this article

Wartabuana.com —  Kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mendapat pengakuan nasional. Dalam momentum Hari Otonomi Daerah 2026, Pemprov DKI berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia.

DKI Jakarta Masuk Kategori Kinerja Tinggi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima Piagam Penghargaan Prestasi Pemerintah Daerah berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2025. Dengan skor 3,6762, Jakarta masuk dalam kategori kinerja tinggi—sebuah indikator penting dalam menilai efektivitas pemerintahan daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang berlangsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh perangkat daerah.

Ini hasil kerja bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta sehingga kami dapat mempertahankan prestasi ini,” ujarnya.

Komitmen Perkuat Pelayanan Publik

Rano menekankan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pelayanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurutnya, ke depan Pemprov DKI akan fokus pada pemerintahan yang:

  • Akuntabel
  • Responsif terhadap kebutuhan warga
  • Berdampak nyata bagi masyarakat

Pemprov DKI Jakarta akan terus menjaga kinerja pemerintahan yang berdampak langsung bagi warga, sejalan dengan semangat otonomi daerah,” tambahnya.

Kemendagri: Kinerja Harus Terukur, Bukan Sekadar Retorika

Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai mampu menghadirkan kinerja nyata, bukan sekadar wacana.

Di balik retorika, ada angka-angka yang bermakna—mulai dari pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, hingga pengangguran terbuka—yang dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa otonomi daerah bukan hanya soal pembagian kewenangan, tetapi tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan berkelanjutan.

Tantangan Otonomi Daerah: SDM dan Kelembagaan

Bima menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan di semua level pemerintahan daerah.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah, tetapi juga oleh:

  • Kinerja OPD
  • Aparatur di tingkat kecamatan
  • Hingga perangkat desa

Otonomi daerah harus diiringi ikhtiar berkelanjutan untuk memperkuat kelembagaan dan SDM,” ujarnya.

Penghargaan ini menjadi cermin bahwa reformasi birokrasi dan inovasi pelayanan publik di DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil konkret. Namun, tantangan ke depan tetap besar: menjaga konsistensi kinerja di tengah dinamika kebutuhan warga yang terus berkembang.

(©Ib / artwork: Dok. Pemrov DKI Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *