Wartabuana.com — Setelah hampir tiga tahun menjauh dari layar kaca, Baim Wong akhirnya kembali menyapa pemirsa. Namun comeback kali ini bukan sekadar hiburan. Lewat program Tiba-Tiba Kuis di SCTV selama Ramadan 2026, Baim membawa misi yang lebih dalam: berbagi, merangkul, dan mengingatkan tentang rasa kemanusiaan.
Ramadan Jadi Alasan Baim Wong Kembali Jadi Host

Nama Baim Wong selama beberapa tahun terakhir lebih sering muncul sebagai produser film dan kreator konten digital. Tawaran untuk kembali menjadi host televisi pun sempat ia tolak—hingga akhirnya datang panggilan dari SCTV.
“Kalau bukan SCTV yang calling sih enggak mau. Saya sudah lama enggak di-calling, akhirnya kangen saya itu lebih ke berbagi,” ujar Baim Wong saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Bagi Baim, Ramadan adalah momen yang tepat untuk kembali turun langsung ke masyarakat dan merasakan interaksi nyata, bukan sekadar angka rating.
Tiba-Tiba Kuis, Kuis Sederhana dengan Dampak Besar
Tiba-Tiba Kuis mengusung konsep yang jauh dari kesan glamor. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan justru sangat sederhana, bahkan terkesan absurd.
“Kenapa langit warnanya biru? Kenapa mata kita dua? Semua orang bisa jawab,” kata Baim.
Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan cerita hidup yang berat. Tim secara diam-diam menyeleksi peserta dengan kepekaan, bukan penampilan luar.
Syuting di Bantar Gebang, Baim Wong Tak Kuasa Menahan Air Mata
Salah satu lokasi syuting yang paling membekas bagi Baim Wong adalah Bantar Gebang. Di sana, ia berhadapan langsung dengan realitas keras kehidupan.
Baim mengaku terpukul saat mengetahui salah satu peserta terbiasa mengonsumsi makanan sisa dari tempat sampah.
“Itu digoreng lagi dan dimakan. Di situ kita sering nangis, sering terpukul,” tuturnya.
Peserta tersebut akhirnya memenangkan hadiah uang tunai antara Rp10 juta hingga Rp20 juta, jumlah yang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, tetapi sangat berarti bagi mereka yang hidup di batas kemiskinan.
Hadiah Uang, Tapi Pelajaran Hidup yang Jauh Lebih Mahal

Kisah lain yang mengguncang emosi terjadi saat seorang peserta sempat menolak ikut kuis. Setelah dibujuk, ia memutar roda hadiah dan memenangkan Rp12 juta. Namun cerita tidak berhenti di situ.
Tim kemudian mendatangi rumah peserta tersebut dan mendapati kenyataan pahit: ia tinggal bersama suaminya yang sakit dan tak lagi mampu bekerja.
“Kita datang ke sana, ketemu suaminya, dan rasanya susah dijelasin. Ada hal yang jauh lebih besar daripada sekadar acara,” ucap Baim lirih.
Lebih dari Sekadar Acara Televisi
Meski dikemas sebagai hiburan Ramadan, Baim menegaskan Tiba-Tiba Kuis bukan sekadar program televisi biasa.
“Acara adalah acara, tapi ada kebahagiaan yang nggak bisa kita utarakan. Ada rasa yang cuma bisa dirasakan saat kita benar-benar terjun,” katanya.
Program ini, menurut Baim, menjadi ruang refleksi—bagi penonton, peserta, sekaligus dirinya sendiri—tentang arti bersyukur dan kemanusiaan.
Pengingat untuk Bersyukur di Bulan Suci
Bagi Baim Wong, Tiba-Tiba Kuis adalah pengingat bahwa di balik tawa dan sorak kamera, ada banyak perjuangan hidup yang layak dihargai.
“Mungkin program ini buat orang-orang yang lagi berusaha untuk bersyukur,” tutupnya.













