Wartabuana.com | Grup band D’MASIV memutuskan mengakhiri kerja sama dengan RANS Entertainment sebagai promotor tur Asia mereka. Di tengah ramainya seruan boikot yang menyeret nama Raffi Ahmad dan RANS, Rian Ekky Pradipta dan kawan-kawan kini melanjutkan agenda konser bersama promotor Antara Suara.
Vokalis D’MASIV, Rian Ekky Pradipta, membenarkan perubahan tersebut. Ia mengakui isu boikot yang ramai diperbincangkan di media sosial turut menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan itu.
Saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), Rian menegaskan bahwa D’MASIV ingin tetap fokus berkarya dan tidak larut dalam polemik yang berkembang.
“Intinya di sini D’MASIV hanya berkarya aja,” ujar Rian.
Kerja Sama Berakhir Setelah Kontroversi Raffi Ahmad
Sebelumnya, RANS Entertainment telah dipercaya menangani promosi tur Asia D’MASIV. Kolaborasi tersebut bahkan sudah berjalan melalui konser di Taiwan dan Hong Kong.
Namun, kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda yang dihadiri Raffi Ahmad di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026, membuat situasi berubah.
Setelah melakukan pembicaraan, kedua pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama. D’MASIV kemudian menunjuk Antara Suara sebagai promotor untuk agenda berikutnya.
“Pada akhirnya kami kemarin berunding, akhirnya ya sudah, kami jalan bersama Antara Suara aja sebagai promotor,” jelas Rian.
Jadwal Tur D’MASIV Tetap Berjalan
Meski terjadi pergantian promotor, D’MASIV memastikan rangkaian konser tetap berlangsung sesuai agenda. Berikut jadwal penampilan mereka:
- Singapura: 9 November 2026
- Kuala Lumpur: 20 November 2026
- Jakarta: 5 Desember 2026
Sementara itu, kontroversi acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang memunculkan dugaan keterlibatan mahasiswa bayaran turut memicu seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan RANS Entertainment. Raffi sendiri telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.
Keputusan D’MASIV ini menjadi perkembangan terbaru dari dampak polemik tersebut terhadap industri hiburan. Di tengah situasi yang berkembang, band pelantun lagu-lagu populer itu memilih memastikan perjalanan musik dan jadwal konser mereka tetap berjalan.












