NEWS

Tiket KAI Berubah Drastis, Dulu Antre di Loket Kini Cukup dari Aplikasi

0
×

Tiket KAI Berubah Drastis, Dulu Antre di Loket Kini Cukup dari Aplikasi

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Cara masyarakat Indonesia membeli tiket kereta api berubah drastis dalam beberapa dekade terakhir. Jika dahulu calon penumpang harus datang ke loket stasiun dan membawa tiket fisik, kini hampir seluruh kebutuhan perjalanan dapat dilakukan melalui layanan digital.

Perubahan itu menjadi bagian dari perjalanan panjang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjelang peringatan HUT ke-81 pada 28 September 2026.

Dari Loket Stasiun ke Layanan Digital

Pada masa awal perkeretaapian, stasiun menjadi pusat pelayanan. Penumpang datang langsung untuk mencari jadwal, memilih perjalanan, membayar tiket, hingga menerima lembar tiket sebagai bukti perjalanan.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, KAI mulai memodernisasi sistem reservasi. Kanal elektronik kemudian hadir dan perlahan mengubah kebiasaan pelanggan yang sebelumnya bergantung pada loket.

Transformasi semakin terasa ketika KAI menghadirkan KAI Access pada 2014. Layanan tersebut kemudian berkembang menjadi Access by KAI, yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi.

76 Persen Transaksi Tiket Sudah Digital

Perubahan perilaku pelanggan terlihat dari tingginya penggunaan aplikasi. Pada Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal atau sekitar 76,34 persen dari seluruh transaksi melalui berbagai kanal.

Dari sisi penjualan, aplikasi tersebut melayani 24.544.468 tiket, setara sekitar 73,68 persen dari total penjualan tiket KA Jarak Jauh dan Lokal.

Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar Access by KAI mencapai 30.449.049, sedangkan total unduhannya menembus 41.011.320 kali.

Tiket Bukan Lagi Sekadar Lembar Perjalanan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perubahan layanan tiket mencerminkan kemampuan perusahaan mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.

Perjalanan tiket kereta api menjadi bagian dari cerita panjang transformasi KAI,” ujar Anne.

Digitalisasi juga merambah proses boarding. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan dapat melewati proses boarding dengan lebih praktis. Pada Semester I 2026, fasilitas ini telah digunakan 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh.

Dari tiket kertas hingga layanan digital, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar mengubah cara membeli tiket, tetapi juga membentuk pengalaman baru masyarakat saat menggunakan kereta api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *