Wartabuana.com | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mempercepat rencana pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembebasan lahan rampung pada 2026 sehingga pembangunan fisik dapat dikerjakan dan diselesaikan pada 2027.
Proyek Lama Kembali Dikebut

Saat melakukan site visit di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Senin (14/9/2026), Pramono mengatakan proyek tersebut sebenarnya telah digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo. Kajian pembangunan dilakukan pada 2013–2014, tetapi proses pembebasan lahan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
Kini, progres pembebasan lahan telah mencapai sekitar 70 persen. Dari total 118 bidang tanah dengan kebutuhan lahan sekitar 13.890 meter persegi, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan.
Selain itu, delapan bidang tengah menjalani proses alih status aset. Total lahan yang telah tersedia mencapai 9.744 meter persegi.
45 Bidang Tanah Masih Diproses
Masih terdapat 45 bidang milik warga yang harus diselesaikan. Sebanyak 26 bidang berada dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga.
Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta Lutfi Zakaria meminta masyarakat segera melengkapi dokumen agar proses pengadaan tanah dapat dipercepat. Pemprov DKI berharap seluruh pembebasan lahan dapat dituntaskan pada November atau Desember 2026.
Simpang Volvo Bakal Ditutup

Jalan baru ini nantinya memiliki lebar 18–23 meter dan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN.
Selain memperkuat konektivitas dan diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas, proyek ini membawa perubahan penting bagi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan Simpang Volvo akan ditutup setelah jalan baru beroperasi. Langkah tersebut sekaligus menghilangkan perlintasan sebidang antara jalan dan rel kereta api yang dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, masyarakat Jakarta Selatan dapat menggunakan akses baru tersebut mulai 2027.













