Wartabuana.com | Musisi, produser musik, sekaligus pebisnis Maia Estianty kembali mencuri perhatian publik. Namun kali ini bukan karena karya musik atau aktivitas bisnisnya, melainkan keterbukaannya membahas pengalaman pribadi saat mulai memasuki fase pre-menopause, sebuah masa transisi yang dialami perempuan sebelum menopause.
Di tengah masih minimnya pembahasan mengenai kesehatan perempuan di ruang publik, keputusan Maia untuk berbagi pengalaman mendapat apresiasi karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran bahwa perubahan hormon merupakan bagian alami dari proses kehidupan.
Maia Estianty Mulai Rasakan Gejala Pre-Menopause
Istri pengusaha Irwan Mussry itu mengungkapkan bahwa dirinya mulai merasakan berbagai perubahan fisik akibat penurunan produksi hormon estrogen dalam tubuh.
Menurut Maia, perubahan tersebut cukup memengaruhi kenyamanan sehari-hari meski masih dapat dihadapi dengan beradaptasi secara bertahap.
Alih-alih menutupinya, Maia memilih menceritakan pengalaman tersebut sebagai bentuk edukasi bagi perempuan lain yang mungkin sedang mengalami kondisi serupa.
Baginya, memahami perubahan tubuh merupakan langkah penting agar setiap perempuan dapat menjalani fase ini dengan lebih tenang dan percaya diri.
Perubahan Kulit hingga Hot Flashes Mulai Dirasakan
Salah satu gejala yang paling dirasakan Maia adalah perubahan kondisi kulit yang tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Selain itu, ia juga mulai mengalami perubahan suhu tubuh yang datang secara tiba-tiba atau dikenal sebagai hot flashes. Kondisi ini merupakan salah satu gejala paling umum pada masa pre-menopause, ditandai dengan sensasi panas mendadak yang dapat muncul kapan saja.
Meski sering membuat tidak nyaman, Maia menyadari bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi alami dari perubahan hormonal yang terjadi menjelang menopause.
Tak Hanya Fisik, Mood dan Pola Tidur Ikut Berubah
Perjalanan menuju menopause bukan hanya berdampak pada kondisi fisik.
Maia mengungkapkan bahwa perubahan hormon juga mulai memengaruhi suasana hati (mood) serta kualitas tidurnya.
Perubahan tersebut membuatnya harus lebih peka terhadap kebutuhan tubuh, termasuk menjaga pola hidup agar tetap mampu menjalani aktivitas yang padat sebagai musisi, produser, sekaligus pebisnis.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar perubahan yang terjadi tidak mengganggu produktivitas sehari-hari.
Keterbukaan Maia Jadi Edukasi bagi Banyak Perempuan
Langkah Maia Estianty membagikan pengalaman pribadi dinilai membawa pesan positif, terutama di tengah masih banyak perempuan yang menganggap pembahasan mengenai menopause sebagai hal yang tabu.
Dengan berbicara secara terbuka, Maia menunjukkan bahwa pre-menopause bukan penyakit, melainkan fase biologis yang akan dialami hampir setiap perempuan seiring bertambahnya usia.
Sikap terbuka figur publik seperti Maia juga dapat membantu mengurangi stigma sekaligus mendorong perempuan untuk lebih memahami kondisi tubuhnya tanpa rasa takut maupun malu.
Menopause Bukan Akhir, Melainkan Fase Baru Kehidupan
Pengalaman Maia Estianty menjadi pengingat bahwa memasuki usia matang bukan berarti berhenti berkarya atau kehilangan produktivitas.
Sebaliknya, fase pre-menopause dapat dijalani dengan baik melalui pemahaman terhadap perubahan tubuh, pola hidup sehat, serta kesiapan mental dalam menghadapi transisi hormonal.
Di tengah kesibukannya di dunia hiburan dan bisnis, Maia membuktikan bahwa perempuan tetap bisa menjalani aktivitas secara optimal meski sedang beradaptasi dengan perubahan alami yang terjadi pada tubuh. Keterbukaannya pun menjadi inspirasi bahwa berbagi pengalaman pribadi bukan hanya membangun empati, tetapi juga menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi banyak perempuan Indonesia.













