Wartabuana.com — Jakarta kembali mencuri perhatian dunia internasional. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi terpilih sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities, jaringan kota-kota besar dunia yang berfokus pada penanganan krisis iklim. Penunjukan ini bukan sekadar jabatan simbolis, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta kini dipandang sebagai salah satu kota paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim global.
Di tengah tantangan urbanisasi, kemacetan, banjir, hingga ancaman perubahan iklim, Jakarta justru dipercaya menjadi representasi kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO) dalam forum internasional bergengsi tersebut.
Jakarta Tidak Lagi Sekadar Ibu Kota, Tapi Pemimpin Perubahan
Pramono menegaskan bahwa komitmen Jakarta terhadap isu lingkungan tidak berhenti pada slogan atau kampanye semata. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjalankan berbagai langkah konkret untuk mempercepat transformasi menuju kota rendah emisi dan berkelanjutan.
“Bagi Jakarta, komitmen terhadap aksi iklim bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang holistik dan melibatkan berbagai sektor,” ujar Pramono pada Kamis (21/5).
Ia juga menekankan bahwa posisi strategis sebagai Vice Chair Steering Committee C40 akan memperkuat status Jakarta sebagai kota global yang aktif membangun kepemimpinan kolektif menuju target net zero emission.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa kota berkembang seperti Jakarta mampu tampil sejajar dengan kota-kota maju dunia dalam membangun solusi iklim yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pengakuan Dunia untuk Jakarta
Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyebut terpilihnya Pramono menjadi bukti kuat meningkatnya posisi Jakarta dalam diplomasi internasional antarkota.
Menurutnya, dunia mulai melihat Jakarta bukan hanya sebagai kota megapolitan dengan kompleksitas tinggi, tetapi juga sebagai pusat inovasi kebijakan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
“Kepercayaan ini mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” jelas Marulina.
Dalam peran barunya, Pramono akan berkolaborasi dengan para wali kota dan gubernur dari berbagai belahan dunia untuk mempercepat kebijakan iklim yang lebih adil, tangguh, dan inklusif.
Apa Itu C40 Cities?
C40 Cities merupakan jaringan global yang beranggotakan hampir 100 kota besar dunia. Organisasi ini dikenal sebagai salah satu forum paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim perkotaan secara nyata.
Kota-kota anggota C40 mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan sekitar seperempat kekuatan ekonomi global. Fokus utama organisasi ini adalah memperkuat kolaborasi antarkota, berbagi inovasi kebijakan, serta mempercepat implementasi solusi lingkungan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Masuknya Jakarta dalam jajaran kepemimpinan C40 memberi peluang besar bagi ibu kota Indonesia untuk memperluas pengaruh sekaligus mempercepat transformasi pembangunan hijau.
Tiga Agenda Besar Jakarta Menuju Kota Berkelanjutan
Di bawah kepemimpinan Pramono, Jakarta disebut tengah mempercepat sejumlah program strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan perkotaan.
1. Transportasi Hijau dan Rendah Emisi
Pemprov DKI terus mendorong elektrifikasi armada transportasi publik, termasuk pengembangan bus listrik TransJakarta dan integrasi moda transportasi berbasis rel.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan mengurangi emisi karbon, tetapi juga menekan kemacetan dan meningkatkan kualitas udara Jakarta yang selama ini menjadi sorotan.
2. Penguatan Ketahanan Banjir dan Adaptasi Iklim
Jakarta juga memperkuat perlindungan kawasan pesisir dan revitalisasi sistem pengelolaan air perkotaan untuk menghadapi ancaman kenaikan muka air laut serta cuaca ekstrem.
Langkah ini menjadi penting mengingat Jakarta termasuk salah satu kota pesisir yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
3. Transisi Energi dan Ekonomi Hijau
Pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas publik mulai diperluas. Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya menciptakan ekonomi hijau yang membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Peluang Investasi Hijau Jakarta Makin Besar
Posisi Jakarta di Steering Committee C40 dinilai membawa keuntungan strategis yang sangat besar. Selain memperkuat diplomasi internasional, Jakarta kini memiliki akses lebih luas terhadap pendanaan global, transfer teknologi, hingga praktik terbaik pembangunan hijau.
Tak hanya itu, sorotan internasional terhadap Jakarta juga diprediksi mampu meningkatkan daya tarik investasi hijau di sektor transportasi berkelanjutan, energi baru terbarukan, hingga infrastruktur ketahanan iklim.
Keterlibatan langsung dalam pengambilan keputusan C40 juga memungkinkan Jakarta ikut menentukan arah kebijakan iklim dunia, termasuk memperjuangkan perspektif kota-kota berkembang yang menghadapi tantangan urbanisasi cepat dan kesenjangan sosial.













