Mbah WP
Mbah WP
EKONOMI

Dari Usaha Rumahan jadi Naik Kelas, Kisah Nasabah PNM Mekaar Ini Ungkap Pentingnya Kepercayaan bagi UMKM Kecil

×

Dari Usaha Rumahan jadi Naik Kelas, Kisah Nasabah PNM Mekaar Ini Ungkap Pentingnya Kepercayaan bagi UMKM Kecil

Share this article

Wartabuana.com — Di balik pertumbuhan usaha kecil masyarakat, ada satu hal yang sering kali lebih mahal daripada modal, yakni kepercayaan. Bagi banyak perempuan pengusaha ultra mikro, tantangan terbesar bukan sekadar keterbatasan uang, melainkan sulitnya mendapatkan kesempatan untuk dipercaya mampu berkembang.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas, para perempuan pelaku usaha kecil tetap menjadi kelompok yang paling gigih bekerja. Mereka bangun paling pagi dan tidur paling akhir demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Namun ironisnya, kerja keras itu sering kali belum cukup untuk membuka akses ke pembiayaan formal.

Di sinilah peran PT Permodalan Nasional Madani melalui program PNM Mekaar menjadi titik perubahan bagi banyak pelaku usaha ultra mikro.

Ketika modal bukan lagi penghalang

Kisah tersebut dirasakan langsung oleh Sri Aryanti Nurafiah, nasabah PNM Mekaar Cikarang Barat yang akrab disapa Yanti. Sebagai ibu rumah tangga, ia awalnya hanya ingin membantu perekonomian keluarga karena merasa penghasilan suaminya belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berbekal kemampuan sederhana membuat gantungan kunci dan produk kriya, Yanti mulai bermimpi membuka usaha kecil dari rumah. Namun seperti kebanyakan pengusaha ultra mikro lainnya, keterbatasan modal membuat langkahnya dipenuhi keraguan.

Kalau hanya mengandalkan gaji suami saya rasa kurang cukup. Saya ingin membuka usaha kriya-kriya, tapi dengan keterbatasan modal saya bimbang,” ujarnya.

Situasi mulai berubah pada 2022 ketika Yanti mendapatkan akses pembiayaan usaha dari PNM Mekaar. Modal yang diterimanya langsung digunakan untuk membeli bahan baku dan mengembangkan usaha secara bertahap.

Dari usaha sederhana hingga berani buka lapak

Usaha kriya yang awalnya hanya dijalankan sederhana dari rumah perlahan mulai berkembang. Bahkan, Yanti mengaku tidak pernah membayangkan usahanya bisa bertumbuh sejauh ini.

Tak terpikirkan sebelumnya, ternyata usaha saya makin berkembang sampai saat ini. Modal saya juga makin ditambah oleh PNM, maka dari itu saya berani membuka lapak usaha saya,” katanya.

Bagi Yanti, perubahan terbesar bukan hanya datang dari tambahan modal, tetapi juga dari pendampingan usaha yang diterimanya melalui program pemberdayaan.

Lewat program Mekaarpreneur, ia mendapatkan pelatihan gratis mulai dari branding, packaging, promosi, hingga pemasaran digital. Pengetahuan tersebut membuat usahanya mulai bertransformasi mengikuti perkembangan pasar modern.

Jika sebelumnya hanya berjualan secara sederhana, kini produk kriya miliknya sudah mulai dipasarkan melalui platform digital seperti TikTok dan Shopee.

Dari bertahan hidup menjadi berani bermimpi

Perjalanan Yanti semakin menarik setelah dirinya berhasil menjadi Juara 2 Mekaarpreneur kategori nasabah naik kelas wilayah Bekasi-Jakarta. Prestasi itu menjadi pencapaian yang sebelumnya bahkan tidak pernah ia bayangkan.

Kisah Yanti memperlihatkan bahwa masyarakat kecil sejatinya tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan akses, kesempatan, dan rasa percaya untuk membuktikan kemampuan mereka sendiri.

Dalam sistem keuangan formal, kepercayaan sering diukur melalui aset, agunan, hingga histori finansial. Padahal bagi pelaku usaha ultra mikro, hal-hal tersebut kerap menjadi kemewahan yang sulit dimiliki.

Karena itu, pembiayaan tanpa jaminan dinilai bukan sekadar fasilitas ekonomi, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa kerja keras mereka dianggap bernilai dan layak berkembang.

Pemberdayaan UMKM jadi penggerak ekonomi akar rumput

Program pemberdayaan yang diusung melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru.

Program tersebut bertujuan memperluas dampak pemberdayaan sekaligus membina nasabah unggulan agar mampu naik kelas dan lebih mandiri secara ekonomi.

Cerita Yanti menjadi gambaran bahwa ketika pembiayaan hadir bersamaan dengan pendampingan dan kesempatan belajar, dampaknya tidak hanya mengubah usaha seseorang, tetapi juga mengubah cara mereka memandang diri sendiri.

Dari yang awalnya hanya ingin bertahan hidup, kini mereka mulai berani bermimpi lebih besar. Karena bagi perempuan pengusaha ultra mikro, dipercaya sering kali menjadi modal paling mahal dalam perjalanan menuju perubahan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *