Wartabuana.com — Persaingan Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 semakin memanas. Pada penampilan dini hari, Minggu (2/3), Cecep asal Tangerang harus mengakhiri langkahnya di Babak Top 21 setelah meraih nilai terendah di Kloter Jabal Nur.
Persaingan Top 21 AKSI 2026 Kian Ketat

Ajang pencarian bakat dakwah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 kembali hadir menemani sahur Ramadan 1447 H di INDOSIAR. Sebanyak 21 peserta terbaik yang terbagi dalam tujuh kloter tampil menyampaikan tausiyah terbaik mereka.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Gus Aab serta Fantastic Four: Mamah Dedeh, Ustaz Subkhi Al Bughury, Ustaz Solmed, dan Ustaz Wijayanto.
Tidak hanya menyuguhkan tausiyah inspiratif, suasana sahur juga semakin hangat dengan kehadiran AKBAR FAMILY — Valen DA7, Mila DA7, April DA7, dan Arbil DA7 — yang berinteraksi dengan grup D’Cendol (Aziz Gagap, Jirayut, Ate, dan Boah).
Fifah Sukabumi Buka Penampilan Penuh Makna
Kloter Jabal Nur dibuka dengan sketsa tematik dari D’Cendol bersama Tasya DA7, Zahra DA7, Mila DA7, dan Arbil DA7 yang mengangkat kisah tentang keputusasaan.
Peserta pertama, Fifah (Sukabumi), membawakan tausiyah bertema “Hidup Berarti, Jangan Diakhiri.” Ia mengingatkan bahwa kehidupan merupakan anugerah berharga yang tidak boleh diakhiri karena putus asa.
Pesan menyentuh tersebut mendapat apresiasi dari Gus Aab.
“Apa yang disampaikan sudah bagus dan pemilihan ayatnya sudah tepat,” ujarnya.
Fifah pun mengamankan posisi dengan perolehan 455 poin.
Ki Bungsu Serang Tampil Paling Unggul

Penampilan berikutnya datang dari Ki Bungsu (Serang) yang mengangkat tema “Tuntunan Ilahi Mendidik Anak Gen Z.”
Ia memaparkan perbedaan pola asuh masa lalu dan masa kini serta pentingnya pendekatan bijak dalam mendidik generasi muda. Materi yang relevan membuat juri terkesan.
Mamah Dedeh bahkan memberi pujian singkat:
“MasyaAllah, luar biasa.”
Ki Bungsu sukses meraih poin tertinggi kloter, yakni 458 poin, sekaligus memastikan langkahnya ke babak berikutnya.
Cecep Tangerang Harus “Wassalam”
Tampil sebagai penutup, Cecep (Tangerang) membawakan tausiyah berjudul “Luruhnya Budaya Malu.” Ia menyoroti fenomena memudarnya rasa malu di tengah masyarakat.
Ustaz Wijayanto menegaskan pesan tersebut:
“Orang yang sudah tidak punya malu, maka perbuatannya akan tidak terkendali.”
Meski pesannya kuat, Cecep hanya memperoleh 452 poin dan harus “wassalam” dari Babak Top 21. Ia menyusul peserta yang lebih dulu tereliminasi: An An (Cianjur), Kang Jajang (Garut), Sahrul (Lampung Selatan), dan Agung (Serdang Bedagai).
Jadwal Selanjutnya: Kloter Bukit Marwah
Babak Top 21 akan berlanjut dengan Kloter Bukit Marwah yang tayang Selasa, 3 Maret 2026 pukul 02.00 WIB di INDOSIAR.
Tiga peserta yang akan bersaing:
Doni (Tasikmalaya)
Handa (Banyuwangi)
Mulki (Maros)
Persaingan diprediksi semakin sengit seiring mendekatnya babak-babak krusial.
“Shihab & Shihab” Temani Waktu Berbuka
Selain program sahur, INDOSIAR juga menghadirkan kultum “Shihab & Shihab” setiap hari pukul 17.30 WIB.
Abi Quraish Shihab bersama Najwa Shihab akan mengangkat tema “Belajar Makna Kebesaran Nama-Nama Allah” guna memperdalam pemahaman spiritual pemirsa selama Ramadan.













