Wartabuana.com — Isu menstruasi yang kerap dianggap sepele ternyata berdampak besar pada pendidikan remaja putri. Data dari UNICEF mengungkap, 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah saat menstruasi. Menjawab tantangan ini, WINGS Group bersama Hers Protex meluncurkan program edukasi kebersihan menstruasi di sekolah.
Menstruasi Masih Tabu, Edukasi Jadi Kunci
Meski merupakan bagian alami dari siklus tubuh, menstruasi masih sering dianggap topik sensitif. Minimnya informasi membuat banyak remaja putri merasa cemas, terutama saat pertama kali mengalaminya.
Tak hanya itu, tantangan juga datang dari sisi fasilitas. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, rasio toilet di sekolah masih jauh dari ideal—menjadi hambatan nyata bagi kenyamanan siswi selama menstruasi.
Program Menjangkau Ribuan Siswi dan Orang Tua

Melalui kampanye Generasi Bersih Sehat, program ini akan digelar di 20 SMP di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar sepanjang Mei–Juli 2026.
Target utamanya:
- 2.000 siswi SMP
- 2.000 orang tua
Materi edukasi mencakup pemahaman dasar menstruasi, praktik kebersihan yang benar, hingga pemilihan produk yang tepat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Menurut Stella Eidelina dari WINGS Group, edukasi ini bertujuan membangun kepercayaan diri remaja putri agar tetap nyaman bersekolah selama menstruasi.
Kolaborasi Lintas Sektor, Solusi Lebih Komprehensif
Perwakilan UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal, menekankan bahwa edukasi harus diiringi dengan lingkungan yang mendukung.
“Akses edukasi dan fasilitas sanitasi yang memadai sangat penting agar remaja putri tetap bisa belajar dengan nyaman dan optimal,” ujarnya.
Kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi global ini menjadi contoh pendekatan komprehensif dalam mengatasi persoalan kesehatan remaja di Indonesia.
Perspektif Medis: Bekal Penting Menuju Pubertas Sehat
Dari sisi kesehatan, edukasi menstruasi sejak dini memiliki dampak jangka panjang. dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG., menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat membantu remaja:
- Lebih percaya diri menghadapi perubahan tubuh
- Menjaga kebersihan selama menstruasi
- Mengurangi risiko gangguan kesehatan reproduksi
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari sekolah dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan informatif.
Mendorong Perubahan: Dari Stigma ke Kesadaran
Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong perubahan budaya—menghapus stigma dan membuka ruang diskusi yang sehat tentang menstruasi.
Dengan pendekatan langsung ke sekolah, diharapkan semakin banyak remaja putri yang tidak lagi merasa malu atau terbatas dalam beraktivitas saat menstruasi.
(Ib / artwork: Dok. Wings)









