Wartabuana.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat langkah strategis pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi menandatangani nota kesepakatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait sinergi penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Dukung Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo
Penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilakukan di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (9/2). Kerja sama ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.
Gubernur Pramono menyampaikan rasa syukurnya atas terjalinnya kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan BGN yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Saya merasa sangat bangga karena apa yang dilakukan melalui program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang luar biasa dan signifikan bagi Jakarta,” ujar Pramono.
Pastikan Program Tepat Sasaran dan Berkualitas

Menurut Pramono, kolaborasi dengan BGN dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran di wilayah Jakarta.
“Kami ingin memastikan anak-anak Jakarta mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Ini bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengaku puas atas laporan Kepala BGN Prof. Dadan Hindayana terkait perkembangan positif Jakarta sejak program tersebut dijalankan.
Dampak Sosial-Ekonomi Mulai Terlihat
Gubernur Pramono menilai program MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap kondisi sosial dan ekonomi Jakarta.
“Saya sangat bahagia ketika Prof. Dadan menyampaikan bahwa kondisi Jakarta saat ini sudah menjadi lebih baik. Dampak program ini sangat nyata,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta secara year-on-year tercatat sebesar 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen.
Gizi Membaik, Stunting dan Kemiskinan Menurun

Pramono menekankan bahwa indikator yang paling membahagiakan adalah yang berkaitan langsung dengan perbaikan gizi masyarakat.
Ia menyebut, perbaikan asupan gizi berdampak langsung pada penurunan angka stunting, menurunnya tingkat kemiskinan, serta meningkatnya lapangan kerja. Di sisi lain, kondisi pendidikan anak-anak di Jakarta dinilai relatif sangat baik.
“Angka stunting menurun, tingkat kemiskinan juga turun, dan lapangan kerja meningkat. Kondisi pendidikan anak-anak sekolah di Jakarta juga relatif sangat baik,” ungkapnya.
Sinergi MBG dan KJP Plus
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, terus memperkuat dukungan di sektor pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Saat ini, lebih dari 700 ribu siswa telah menerima manfaat KJP Plus, sehingga sebagian besar biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Melalui KJP Plus, biaya sekolah anak-anak ditanggung Pemprov DKI Jakarta, sementara kebutuhan gizi mereka dipenuhi melalui dukungan Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Ketimpangan Mulai Menyempit, Gini Ratio Turun
Dari sisi pemerataan ekonomi, Pramono menyebut Gini ratio Jakarta yang selama ini cenderung meningkat kini mulai menunjukkan tren penurunan.
“Selama bertahun-tahun Gini ratio Jakarta melebar dari 0,39 hingga 0,41 dan tidak pernah turun. Alhamdulillah, kini mulai menurun. Meski belum besar, ini sinyal yang sangat positif,” ujarnya.
Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kontribusi bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan BGN.
BUMD Jaga Rantai Pasok dan Stabilitas Inflasi
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga menyinggung pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam menjaga rantai pasok pangan. Menurutnya, pengelolaan rantai pasok yang baik menjadi kunci menjaga stabilitas inflasi Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan BUMD sektor pangan dan sektor keuangan untuk mendukung keberlanjutan program MBG, termasuk membuka ruang pembiayaan profesional melalui Bank Jakarta.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar rantai pasok pangan dapat dikelola secara optimal. Dengan ini, kami berharap kerja sama antara BGN dan Pemprov DKI Jakarta semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkas Pramono.













