Wartabuana.com — Menyambut tahun baru 2026, BION Studios dan Spasi Moving Image menghadirkan sebuah tontonan yang hangat dan mendalam melalui film “Suka Duka Tawa”. Film debut sutradara Aco Tenriyagelli ini sukses mendapatkan respons positif dalam press screening, dipuji sebagai drama komedi keluarga yang mampu mengajak penonton merefleksikan luka sambil tertawa.
Lebih dari sekadar film pembuka tahun, “Suka Duka Tawa” dirancang sebagai ruang refleksi untuk menertawakan luka-luka yang belum selesai sebelum melangkah ke babak baru. Sebagai film panjang perdananya, Aco menghadirkan pendekatan yang sangat personal dengan gagasan utama “menertawakan luka dengan tawa”.
“Lewat film panjang pertama ini, saya ingin bercerita tentang bagaimana luka bisa diolah lewat komedi,” ungkap Aco Tenriyagelli, sutradara sekaligus penulis skenario.
Cerita Personal tentang Luka, Keluarga, dan Proses Memaafkan

Film ini mengisahkan perjalanan Tawa (diperankan oleh Rachel Amanda), seorang anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah dan harus menghadapi luka masa kecilnya saat beranjak dewasa. Dunia stand-up comedy dipilih sebagai latar yang representatif untuk menggambarkan perjuangannya.
“Karakter Tawa mewakili banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah. Harapannya, film ini bisa menghadirkan momen yang personal dan membuat penonton tertawa dan terharu di saat yang bersamaan,” tambah Aco.
Kekuatan Chemistry Antar Pemain dan Soundtrack yang Menggugah
Chemistry kuat antar pemeran menjadi salah satu daya tarik film ini. Bintang Emon (sebagai Iyas), Enzy Storia (Adin), Arif Brata (Nasi), dan Gilang Bhaskara (Fachri) berhasil menghidupkan nuansa komedi Tawa bersama geng stand-up-nya. Sementara itu, interaksi Tawa dengan Ibu Cantik (Marissa Anita) dan Keset (Teuku Rifnu Wikana) menghadirkan drama keluarga yang membumi tentang relasi orang tua dan anak yang penuh kesalahpahaman, rasa bersalah, dan kasih sayang yang sulit diungkap.
Tidak ketinggalan, kedekatan Aco dengan musik tercermin dalam soundtrack film. Karya The Adams kembali hadir di layar lebar, bersama deretan lagu lain yang membangun suasana reflektif dan nostalgia sepanjang film.
Respons Positif dari Festival dan Harapan untuk Penonton
Sejak pemutaran perdananya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), “Suka Duka Tawa” telah mendapat sambutan hangat, termasuk pada screening dadakan di Depok. Produser Tersi Eva Ranti memuji kepekaan Aco dalam bercerita.
“Film ini menunjukkan kepekaannya dalam memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, dan merefleksikan luka masing-masing,” ujarnya.
Rachel Amanda, yang memerankan Tawa, berharap film ini tidak sekadar menghibur. “Aku berharap penonton tidak hanya terhibur, tapi juga keluar bioskop dengan perasaan yang berbeda setelah menonton,” tuturnya.
“Suka Duka Tawa” akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. Saksikan perjalanan mengharukan dan lucu tentang keluarga, luka, dan seni memaafkan.













