Wartabuana.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat ibu kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan bahwa keberhasilan pengendalian kedua penyakit tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor serta partisipasi aktif warga.
Hal itu disampaikan Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/12). Menurutnya, penanganan TBC di Jakarta menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“TBC harus kita tangani bersama. Ini juga menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pemberantasannya. Alhamdulillah, beberapa langkah sudah dilakukan dan penanganannya terus berjalan,” ujar Rano.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Rano menegaskan, upaya pengendalian TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari penguatan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, hingga peningkatan deteksi dini TBC di tengah masyarakat.
“Kami telah melakukan sejumlah langkah penanganan di beberapa wilayah. Harapannya, upaya ini berjalan optimal dan dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Waspada DBD Saat Musim Hujan

Selain TBC, kasus DBD di Jakarta juga menjadi perhatian khusus Pemprov DKI, terutama memasuki musim hujan yang kerap memicu peningkatan kasus. Rano menilai, kondisi cuaca dan pergantian musim membuat sejumlah wilayah rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Jakarta masih berada di posisi yang cukup tinggi. Karena itu, DBD harus kita tangani bersama-sama,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memusnahkan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Menurutnya, kelalaian kecil di lingkungan rumah bisa berdampak besar terhadap penyebaran DBD.
Peran Jumantik Terus Dioptimalkan
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan peran juru pemantau jentik (Jumantik) di tingkat permukiman. Tim Jumantik disebut sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran DBD.
“Peran Jumantik sangat penting. Mereka menjadi ujung tombak dalam memastikan lingkungan warga bebas dari jentik nyamuk,” pungkas Rano.
Pemprov DKI Jakarta berharap, melalui percepatan program penanganan TBC dan DBD, disertai kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, angka kasus kedua penyakit tersebut dapat ditekan secara signifikan dan berkelanjutan. (© Ib / artwork: Dok. Pemprov DKI)













