Wartabuana.com | Di industri musik yang semakin dipenuhi lagu-lagu dengan tempo cepat dan instan, VARITDA justru memilih arah berbeda. Penyanyi asal Thailand tersebut mengajak pendengarnya menikmati emosi secara perlahan melalui “SLOW BURNER”, single terbaru yang menjadi bagian dari album mendatangnya, CHAMPAGNE CHERRY.
Setelah memperkenalkan energi bebas dan semangat bangkit dari patah hati lewat “CHAMPAGNE FLYING”, kini VARITDA membawa pendengar masuk ke ruang yang lebih intim: sebuah cerita tentang membiarkan perasaan tumbuh tanpa dipaksa.
“SLOW BURNER”, Saat Cinta Tak Harus Datang Terburu-buru

Jika “CHAMPAGNE FLYING” terdengar seperti perayaan kebebasan setelah melewati luka, “SLOW BURNER” hadir sebagai fase berikutnya dalam perjalanan emosional tersebut.
Lagu ini dibangun melalui groove yang santai, lapisan instrumen yang lembut, serta atmosfer hangat khas percakapan larut malam. Tidak menawarkan ledakan emosi yang dramatis, VARITDA justru menghadirkan pengalaman mendengarkan yang tenang, perlahan, namun meninggalkan kesan yang bertahan lama.
Secara musikal, “SLOW BURNER” masih mempertahankan fondasi pop R&B yang menjadi identitas proyek ini, namun diperkaya dengan elemen jazz modern yang elegan. Perpaduan itu menghadirkan nuansa sophisticated tanpa kehilangan sentuhan personal.
Lagu ini berbicara tentang satu hal sederhana yang kerap terlupakan: tidak semua hubungan harus berjalan cepat untuk terasa berarti.
CHAMPAGNE CHERRY, Album yang Menjadikan Emosi Sebagai Cerita Utama

Lebih dari sekadar kumpulan lagu, CHAMPAGNE CHERRY tampaknya dirancang sebagai sebuah perjalanan emosional.
Album ini mengangkat tema besar “Confession”, sebuah proses tentang bagaimana seseorang perlahan membuka isi hati dan memperlihatkan sisi dirinya yang paling jujur.
VARITDA menggunakan metafora unik: ceri di dalam segelas champagne.
Seperti buah ceri yang perlahan menyerap rasa di sekitarnya dan berubah seiring waktu, proyek ini menggambarkan bagaimana manusia juga mengalami proses serupa—membuka diri sedikit demi sedikit saat menemukan waktu, tempat, dan perasaan yang tepat.
Konsep tersebut membuat album ini terasa bukan hanya sebagai proyek musik, tetapi juga pengalaman yang dibangun secara utuh dari sisi cerita dan emosi.
Tim Kreatif Internasional Perkuat Ambisi Besar VARITDA

Keseriusan proyek ini juga terlihat dari deretan nama besar yang terlibat di balik layar.
Produser asal Inggris Nick Tsang ikut membentuk karakter musik dalam album ini. Sosok tersebut dikenal pernah bekerja dengan sejumlah nama besar industri musik internasional seperti Backstreet Boys, Ed Sheeran, Charli XCX, hingga Jess Glynne melalui lagu hit multi-platinum “Take Me Home”.
Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Charlie Holmes dan Simon Francis, dua nama yang dikenal lewat kontribusi mereka pada album The Art of Loving milik Olivia Dean.
Perhatian terhadap detail tidak berhenti pada proses produksi audio saja. Setiap lagu dalam proyek ini melalui tahapan kreatif yang matang, mulai dari penulisan lagu hingga sentuhan akhir mastering.
Direkam di Abbey Road, Studio Legendaris yang Melahirkan Banyak Sejarah Musik
Salah satu detail yang turut menambah daya tarik proyek ini adalah lokasi rekamannya.
Seluruh lagu dalam CHAMPAGNE CHERRY direkam di Abbey Road Studios, London—studio legendaris yang dikenal sebagai tempat lahirnya sejumlah karya paling berpengaruh dalam sejarah musik modern.
Pemilihan lokasi tersebut bukan sekadar simbol prestise, tetapi juga menunjukkan skala ambisi artistik yang ingin dibangun VARITDA.
Tak hanya menghadirkan kualitas audio yang matang, baik “CHAMPAGNE FLYING” maupun “SLOW BURNER” juga dikemas melalui video musik bergaya fashion film dengan pendekatan visual sinematik yang memperkuat cerita.
Dengan dua lagu yang telah diperkenalkan sejauh ini, CHAMPAGNE CHERRY mulai memperlihatkan satu hal yang jelas: VARITDA tampaknya tidak sedang mengejar tren sesaat, melainkan membangun identitas musikal yang lebih matang dan personal.
“SLOW BURNER” kini sudah tersedia di YouTube serta berbagai platform streaming digital melalui Melodic Corner.













