Wartabuana.com | Fenomena pencopetan di konser musik yang kerap meresahkan penonton kini diangkat ke layar lebar lewat film Operasi Pesta Copet. Namun alih-alih hanya menyoroti aksi kriminalnya, film produksi Imajinari ini mengajak penonton melihat sisi manusiawi di balik para pelaku yang terhimpit kerasnya kehidupan.
Trailer Terbaru Tampilkan Persahabatan di Tengah Tekanan Hidup
Melalui official trailer yang baru dirilis, film debut sutradara Edy Khemod menghadirkan kisah empat sahabat—Ijal, Adut, Tia, dan Melodi—yang hidup di pinggiran kota dengan kondisi ekonomi serba terbatas. Sulitnya mendapatkan pekerjaan layak dan meningkatnya biaya hidup membuat mereka mengambil keputusan ekstrem: mencopet di festival musik terbesar Indonesia, Pestapora.
Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, serta debut akting vokalis Sisitipsi Fauzan Lubis, film ini menawarkan perpaduan drama, komedi, dan kritik sosial yang jarang diangkat dalam perfilman Indonesia.
Bukan Glorifikasi Kriminal, Tapi Potret Ketimpangan Sosial

Produser Ernest Prakasa menjelaskan perubahan judul dari Operasi Pesta Pora menjadi Operasi Pesta Copet dilakukan untuk menegaskan tema utama film.
Menurut Ernest, istilah “copet” menjadi simbol fenomena gunung es ketimpangan sosial yang ingin diangkat film tersebut.
Sementara itu, Edy Khemod menilai film ini memberikan perspektif berbeda tentang industri musik Indonesia, bukan dari sisi panggung dan selebritas, melainkan dari sudut pandang sosial masyarakat yang berada di sekitarnya.
OST dari BAALE Perkuat Emosi Cerita
Film ini juga menghadirkan lagu original soundtrack “Kita Melawan Dunia” yang dibawakan BAALE, proyek musik Iqbaal Ramadhan. Lagu tersebut menggambarkan ikatan persahabatan empat tokoh utama yang saling bertahan menghadapi tekanan hidup.
Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Agustus 2026.













