Mbah WP
Mbah WP
MUSIK

The Morbius Bangkitkan Era Band Indonesia yang Nyaris Redup

×

The Morbius Bangkitkan Era Band Indonesia yang Nyaris Redup

Share this article

Wartabuana.com — Di tengah dominasi musisi solo yang kian menguat, kemunculan band muda seperti The Morbius menjadi angin segar bagi industri musik Indonesia.

Berawal dari pencarian sederhana di media sosial, grup ini kini menjelma menjadi simbol kebangkitan band generasi baru yang siap menembus panggung nasional.

Lahir dari Kegelisahan, Tumbuh Jadi Harapan Baru

The Morbius bukanlah band yang lahir dari konsep instan. Grup ini merupakan inisiatif dari CEO Chic’s Musik, James Suhanda, bersama Eksekutif Produser Heryadi Indra Kusuma.

Berangkat dari pengalaman panjang mencetak musisi individu, keduanya melihat adanya ruang kosong di industri—minimnya band baru yang mampu bersaing secara serius.

Ini bukan sekadar proyek, tapi mimpi bersama,” ujar Heryadi, menegaskan bahwa The Morbius dibangun dengan fondasi kuat sejak bangku sekolah.

Dari Instagram ke Studio: Awal yang Tak Terduga

Siapa sangka, perjalanan band ini justru dimulai dari pencarian personel melalui media sosial seperti Instagram. Dari sana, mereka menemukan talenta-talenta muda, termasuk vokalis Cindy yang menjadi bagian penting dalam formasi akhir.

Meski sempat mengalami pergantian personel karena faktor kesehatan, proses tersebut justru memperkuat chemistry tim. The Morbius pun berkembang menjadi band solid dengan karakter musik yang beragam.

Ego Ditekan, Chemistry Dikuatkan

Layaknya band pada umumnya, tantangan terbesar bukan hanya soal musikalitas, tetapi juga ego antar anggota.

Dica Melo (drummer) mengakui bahwa menyatukan visi bukan hal mudah. Namun melalui latihan rutin dan komunikasi intens, mereka mulai menemukan identitas sebagai satu kesatuan.

Kami belajar mengesampingkan ego demi band,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Putu Devi (bass), yang menekankan pentingnya disiplin dalam membangun “rasa” bermusik bersama.

Produktif Tanpa Gimmick: 9 Lagu, Puluhan Ribu Pendengar

Meski tergolong baru, produktivitas The Morbius patut diacungi jempol. Mereka telah merilis sembilan lagu original, di antaranya Indonesia, Stop Judol!, hingga Sang Juara.

Tanpa promosi besar-besaran, lagu-lagu mereka di platform seperti Spotify sudah menembus puluhan ribu pendengar.

Ini jadi motivasi besar buat kami,” ujar Airlangga.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar musik Indonesia masih terbuka bagi band dengan identitas kuat dan karya autentik.

Dari Lomba ke Layar TV: Konsistensi yang Berbuah Prestasi

Sejak 2024, The Morbius aktif mengikuti berbagai kompetisi musik—bahkan hampir setiap pekan. Hasilnya pun konsisten: deretan kemenangan yang memperkuat mental panggung mereka.

Kini, mereka bersiap tampil di ajang Band Academy Indosiar pada 30 April—sebuah momentum penting untuk memperluas eksposur nasional.

Musik dan Pendidikan: Dua Jalur yang Seimbang

Menariknya, seluruh personel The Morbius masih berstatus pelajar—mulai dari SMP hingga SMA, bahkan sebagian sudah masuk perguruan tinggi.

Di tengah kesibukan bermusik, mereka tetap menjaga keseimbangan dengan pendidikan. Dukungan orang tua dan komunitas Chic’s Musik menjadi faktor kunci.

Musik adalah talenta, tapi pendidikan tetap prioritas,” tegas Heryadi.

Melawan Arus: Saat Band Kembali Dicari

CEO Chic’s Musik, James Suhanda, melihat The Morbius sebagai jawaban atas “kekosongan” band di industri musik Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Di era digital dan kecerdasan buatan (AI), The Morbius justru menegaskan komitmennya pada karya original.

AI tidak bisa menggantikan rasa manusia dalam musik,” tegas para personel.

Mereka pun konsisten menciptakan lagu dengan pesan kuat—mulai dari motivasi hingga kritik sosial—yang menjadi ciri khas mereka.

Simbol Kebangkitan Band Generasi Baru

Kehadiran The Morbius bisa dibaca sebagai sinyal perubahan tren. Di tengah dominasi solois dan konten instan, publik mulai kembali mencari musik yang “hidup”—yang dibangun dari interaksi, dinamika, dan energi kolektif sebuah band.

Dengan fondasi kuat, produktivitas tinggi, serta identitas musik yang mulai terbentuk, The Morbius berpotensi menjadi pelopor kebangkitan band muda Indonesia.

Mimpi Besar dari Langkah Sederhana

Perjalanan The Morbius membuktikan satu hal: mimpi besar bisa dimulai dari hal sederhana—bahkan dari pencarian di media sosial.

Kini, mereka tidak lagi sekadar band pelajar. Mereka adalah wajah baru industri musik Indonesia yang sedang berbenah—pelan, tapi pasti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *