EKONOMI

Tak Sekadar Pelatihan, PNM Bantu Difabel Raih Kesempatan Kerja dan Hidup Mandiri

×

Tak Sekadar Pelatihan, PNM Bantu Difabel Raih Kesempatan Kerja dan Hidup Mandiri

Share this article

Wartabuana.com | Kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan dan dunia kerja membuat sebagian besar penyandang disabilitas belum mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Menjawab tantangan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Mandiri Taspen menghadirkan Program Vokasi Disabilitas di Kabupaten Brebes sebagai langkah nyata membuka akses menuju kemandirian ekonomi.

Pelatihan Vokasi Bekali Difabel dengan Keterampilan Siap Industri

Program yang digelar di Gedung Islamic Center Brebes ini menjadi bagian dari komitmen PNM dalam memperluas pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia.

Selama lima hari, peserta mendapatkan pembelajaran teknis yang disusun sesuai kebutuhan industri manufaktur, khususnya sektor alas kaki yang berkembang di Brebes. Tak hanya memperoleh materi pelatihan, peserta juga berkesempatan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di daerah tersebut setelah program selesai.

Langkah ini diharapkan menjadi jembatan antara peningkatan kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

Mendorong Kesempatan yang Setara bagi Penyandang Disabilitas

Selama ini PNM dikenal aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah. Melalui Program Vokasi Disabilitas, perusahaan memperluas cakupan pemberdayaan agar kelompok penyandang disabilitas juga memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas diri dan membangun kemandirian ekonomi.

Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya ekosistem kerja yang lebih inklusif, di mana setiap individu memiliki peluang yang setara untuk berkembang tanpa memandang keterbatasan fisik.

Peserta: Pelatihan Ini Bangkitkan Harapan Baru

Bagi para peserta, pelatihan bukan sekadar tempat belajar keterampilan baru, tetapi juga menjadi titik awal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Salah seorang peserta mengaku selama ini kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih sangat terbatas. Melalui pelatihan tersebut, ia memperoleh bekal keterampilan sekaligus rasa percaya diri untuk bersaing di dunia kerja.

Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan ilmu baru sekaligus kepercayaan diri bahwa kami juga mampu bekerja dan berkarya. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu keluarga,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa akses terhadap pelatihan berkualitas tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat optimisme peserta dalam menghadapi masa depan.

PNM: Pemberdayaan Harus Menjangkau Semua Kalangan

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh akses pekerjaan.

Menurutnya, setiap individu memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, pendampingan, dan akses yang memadai.

Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Kindaris.

Kolaborasi Bangun Ekonomi yang Lebih Inklusif

Kolaborasi antara PNM dan Mandiri Taspen menjadi bukti bahwa pemberdayaan sosial dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses menuju dunia kerja sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para peserta.

Di balik setiap keterbatasan selalu terdapat potensi yang dapat berkembang ketika kesempatan dibuka dan dukungan diberikan. Melalui Program Vokasi Disabilitas ini, PNM berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya, sekaligus mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *