OLAHRAGA

Sumaya Raih Perak, Ukir Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

0
×

Sumaya Raih Perak, Ukir Sejarah Teqball Indonesia di Asian Games 2026

Sebarkan artikel ini

Wartabuana.com | Atlet teqball Indonesia, Sumaya, menorehkan sejarah pada debut cabang olahraga teqball di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tampil di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Minggu (20/9/2026), Sumaya meraih medali perak nomor tunggal putri setelah melewati final sengit kontra wakil Myanmar, Wai Khin Hnin.

Pertandingan Ketat hingga Set Penentuan

Sumaya langsung tampil agresif pada set pertama. Ia sempat unggul 5-1 sebelum lawan mengejar dan menyamakan skor 8-8.

Persaingan semakin ketat hingga 10-10. Sumaya akhirnya mampu merebut dua angka berikutnya untuk mengamankan set pembuka dengan skor 12-10.

Wai Khin Hnin kemudian bangkit pada set kedua. Sumaya sempat memangkas jarak melalui reli panjang dan servis ace, tetapi wakil Myanmar kembali menjauh dan menutup set dengan kemenangan 12-8.

Set penentuan berlangsung tak kalah sengit. Sumaya sempat unggul 4-1 dan kemudian 7-6. Namun, Myanmar kembali membalikkan keadaan hingga akhirnya mengunci kemenangan 12-9.

Wai Khin Hnin pun meraih emas setelah menang 2-1, sedangkan Sumaya harus puas membawa pulang perak.

Jadi Atlet Indonesia Pertama yang Tembus Final

Meski gagal mendapatkan emas, pencapaian Sumaya menjadi catatan penting bagi teqball Indonesia. Ia tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mencapai final teqball di Asian Games.

Teqball sendiri baru menjalani debut pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Olahraga yang memadukan unsur sepak bola dan tenis meja itu menjadi salah satu cabang baru dalam pesta olahraga terbesar Asia.

Sumaya mengakui sejumlah kesalahan sendiri menjadi faktor yang membuatnya kehilangan momentum di final. Namun, ia memilih menjadikan kekalahan tersebut sebagai motivasi.

“Saya bangga dengan diri sendiri walaupun kalah. Saya ingin latihan lebih keras lagi,” ujar Sumaya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, masyarakat Indonesia, dan suporter yang memberikan dukungan langsung dari arena.

Medali perak tersebut menjadi bagian dari catatan awal Indonesia dalam sejarah teqball di Asian Games. Sumaya kini membawa pengalaman dari final pertamanya sekaligus memasang target untuk kembali berlatih dan memperbaiki kekurangan.

[Ib / Ft: @asiangames26.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *