Wartabuana.com | Aktris sekaligus penyanyi Sherina Munaf mengungkap sisi emosional yang ia rasakan saat membintangi film Filosofi Teras. Berperan sebagai Nea dalam film produksi MD Pictures tersebut, Sherina mengaku ikut merefleksikan makna mendalam tentang Amor Fati atau mencintai takdir, sebuah konsep utama dalam filsafat Stoicism yang diangkat dalam cerita.
Proses Berdamai dengan Takdir
Dalam acara di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/7), Sherina menegaskan bahwa menerima takdir bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara instan.
“Apakah aku langsung menerima takdir? Enggak. Itu adalah proses yang harus dijalani. Belajar mendisiplinkan hati memang membutuhkan waktu,” ujar Sherina.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan berbeda saat menghadapi berbagai ujian hidup. Berbagi cerita dengan orang-orang terdekat menjadi salah satu cara yang membantunya melewati masa-masa sulit.
Hubungan Lama dengan Henry Manampiring
Sherina mengungkapkan dirinya telah lama berteman dengan Henry Manampiring, bahkan jauh sebelum penulis tersebut menerbitkan buku fenomenal Filosofi Teras. Keduanya kerap berdiskusi mengenai tantangan hidup, terutama saat pandemi COVID-19.
Ia menilai berbagai pengalaman hidup yang dijalani sejalan dengan nilai-nilai Stoicism yang kemudian dipopulerkan Henry melalui bukunya.
Meski mengakui memiliki pengalaman pribadi yang berkaitan dengan karakter Nea, Sherina memilih belum mengungkap detailnya karena masih berkaitan dengan cerita film.
Sebagai informasi, Filosofi Teras merupakan adaptasi dari buku mega bestseller karya Henry Manampiring yang diproduksi MD Pictures. Film bergenre drama keluarga ini menempatkan Sherina Munaf sebagai pemeran utama dan diharapkan menghadirkan refleksi tentang ketangguhan, penerimaan diri, serta makna mencintai takdir di tengah berbagai ujian kehidupan.













